Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Datta Phuge (bbc.co.uk)
Dream - Fakta mengejutkan terungkap dari kasus pembunuhan Datta Phuge, pria asal Punge, Maharashtra, India. Menurut hasil penyelidikan polisi, pemilik baju emas senilai Rp 2,5 miliar itu dibunuh di depan mata sang putra.
"Menurut informasi awal, Phuge dan putranya diundang salah satu tersangka, yang saling tahu satu sama lain, untuk menghadiri pesta ulang tahun," kata pejabat polisi, Navanth Ghogare, sebagaimana dikutip Dream dari AsiaOne, Sabtu 16 Juli 2016.
"Namun, kami sedang menyelidiki bagaimana Phuge berada di daerah terbuka di mana dia dibunuh," tambah Ghogare.
Menurut polisi, Phuge diserang oleh 12 orang dengan batu dan senjata tajam pada Kamis malam. Putra Phuge yang berusia 22 tahun menyaksikan sang ayah dibantai.
Polisi menduga anak Phuge dipisahkan oleh para pembunuh tersebut. Diduga kuat, motif pembunuhan ini berlatar belakang sengketa transaksi keuangan.
Phuge memang menjalankan bisnis dengan memutarkan uang milik sejumlah investor. Beberapa waktu lalu, ada sejumlah investor yang mengeluhkan adanya penyimpangan dalam bisnis tersebut.
© Dream
Phuge membetot perhatian dunia setelah membeli baju yang terbuat dari emas 22 karat seberat 3,5 kilogram dengan harga Rp 2,5 miliar. "Semua orang tahu saya sebagai 'manusia emas' di seluruh negeri," kata Phuge, saat masih hidup.
Dia memang kaya. Namun tak tertarik membeli sejumlah barang mewah seperti mobil merek terkenal dunia. Yang dia inginkan hanya emas. "Saya hanya cinta emas," ujar dia.
"Emas selalu menjadi semangat saya sejak masih muda. Saya selalu mengenakan emas sebagai perhiasan dalam bentuk kalung, gelang, dan cincin," kata Phuge.
© Dream
Sementara, istri Phuge, Seema, mengatakan, beberapa orang datang ke rumah mereka di Bhosari pada Thursday malam. Orang-orang itu meminta Phuge untuk menemani mereka.
“Setelah mengambil suami saya ke Bharatmata nagar di Dighi, mereka menyerangnya dengan batu dan senjata tajam,” kata Seema.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking