6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dattatray Phuge (Hindustan Times)
Dream - Kabar mengejutkan datang dari India. Pria asal Pune yang tenar dengan baju emas seharga Rp 2,5 miliar, Dattatray Phuge, tewas dibunuh pada Jumat pagi, 15 Juli 2016.
Dikutip Dream dari laman Hindustan Times, Phuge dibunuh dengan menggunakan batu dan senjata tajam. Polisi telah menangkap empat orang terkait kasus pembunuhan ini, termasuk keponakannya.
Polisi menduga kuat motif pembunuhan ini adalah permasalahan keuangan. Phuge, kata para pejabat polisi, memang memutarkan uang yang dia kumpulkan dari sejumlah investor.
Sebuah sumber yang dikutip oleh Hindustan Times, menyebut sejumlah investor mengeluhkan penyimpangan keuangan di masa lalu. Inilah yang diduga sebagai motif di balik pembunuhan ini.
Selain itu, suami mantan politisi Partai Kongres Nasional ini juga berencana mengikuti pemilu perwakilan rakyat dan bersaing dengan beberapa investor.
© Dream
Sementara, istri Phuge, Seema, mengatakan, beberapa orang datang ke rumah mereka di Bhosari pada Thursday malam. Orang-orang itu meminta Phuge untuk menemani mereka.
“ Setelah mengambil suami saya ke Bharatmata nagar di Dighi, mereka menyerangnya dengan batu dan senjata tajam,” kata Seema.
Nama Phuge menjadi tenar setelah dimuat di berbagai media karena membeli baju emas 22 karat seberat 3,5 kilogram. Saat itu, dia mengatakan sengaja membeli baju ini untuk menarik perhatian banyak orang.
© Dream
Dream - Masih ingat dengan Pankaj Parakh, politisi dan saudagar kaya raya asal Maharashtra, India, yang punya baju emas? Pada Selasa kemarin, pria berjuluk ‘The Man With The Golden Shirt’ itu mendapar sertifikat Guinness World Records.
Ya, Guinness World Records menobatkan Parakh sebagai lelaki pemilik baju emas paling mahal di dunia, dengan harga Rs9,835,099 atau sekitar Rp 2 miliar.
“ Ini tak bisa dipercaya. Saya seorang pria kecil dari daerah terpencil di Maharashtra. Saya senang bahwa prestasi ini telah melambungkan nama desa saya ke seluruh dunia,,” kata Parakh, dikutip Dream dari Gulf News, Rabu 4 Mei 2016.
Pria 47 tahun yang pernah di-drop out dari sekolah ini menumpuk pundi-pundi kekayaan dari perusahaan garmen. Dia juga menjadi Wakil Walikota Yeola di Distrik Nashik, wilayah yang berjarak 260 kilometer dari Mumbai.
Baju seberat 4,1 kilogram saat ini dihargai lebih dari Rs 13 juta atau sekitar Rp 2,5 miliar, dilengkapi dengan perlengkapan emas lainnya, termasuk jam tangan emas, beberapa rantai emas, cincin emas yang besar, penutup ponsel emas, dan kacamata berbingkai emas berbingkai. Berat total barang mewah ini adalah 10 kilogram.
Setiap kali Parakh berjalan-jalan di Yeola, dia selalu bersinar dengan pakaian emas itu. Diam-diam dia juga melengkapi diri dengan pistol revolver, untuk menjaga keamanan. Selain itu, dua pengawal pribadi juga tak pernah jauh-jauh berdiri darinya.
“ Saya membuat kemeja emas khusus dengan tujuh kancing emas untuk ulang tahun ke-45 saya, dua tahun yang lalu. Saya telah terpesona oleh emas sejak masa sekolah dan selama bertahun-tahun itu menjadi gairah, hampir menjadi obsesi,” tutur Parakh sambil tersenyum.
Kemeja itu didesain oleh Bafna Jewellers dan dibuat oleh Shanti Jewellers di Parel, Mumbai. Sebanyak 20 orang dipilih untuk membuat baju ini dalam waktu 3.200 jam, lebih dari dua bulan untuk memasang perhiasan emas 18 sampai 22 karat.
Meski terbuat dari emas, kemeja itu sangat fleksibel dan nyaman saat dipakai, sangat lembut dan tak membahayakan. Di bagian dalam dipasang puring untuk mencegah kulit pemakainya terluka.
Itulah lambang kemakmuran Parakh, pria yang tiga dekade silam masih melarat. Dia di-DO saat kelas VIII, dan akhirnya menjalani bisnis garmen kecil milik keluarga di Yeola. Pada 1982 mendirikan bisnis sendiri dan sukses beberapa dekade berikutnya.
“ Pada saat pernikahan saya 25 tahun silam, banyak tamu yang mengolok saya karena memakai emas lebih banyak ketimbang pengantin perempuan,” kenang dia.
Tahun demi tahun dia menumpuk kekayaan, tapi tak dia gunakan sendiri. Dia memenuhi kebutuhan seluruh keluarganya. Pria yang benar-benar sudah mentas dari kemiskinan itu punya rumah mewah yang dirawat istrinya, Pratibha. Anak-anaknya pun tak di-DO seperti dia. Siddharth (24) and Rahul (21) mendapat pendidikan tinggi.
Meskipun tampil glamor dengan baju emas, Parakh merupakan sosok yang merakyat. Dia sangat peduli dengan sesama dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan.
Misalnya, dia telah sepenuhnya membiayai 150 operasi polio dalam tujuh tahun terakhir melalui Rumah Sakit Narayan Seva Sansthan di Rajasthan.
Dia menghabiskan seminggu setiap tahun untuk menawarkan layanan sukarela, pembiayaan pasien miskin, menyediakan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
