Detik-detik Penangkapan Nani Apriliani, Pengirim Takjil Sate Sianida di Bantul

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 3 Mei 2021 13:59
Detik-detik Penangkapan Nani Apriliani, Pengirim Takjil Sate Sianida di Bantul
Dia ditangkap setelah empat hari polisi melakukan penyelidikan kasus.

Dream - Satreskrim Polres Bantul akhirnya meringkus Nani Aprilliani Nurjaman, 25 tahun, pengirim takjil beracun yang menewaskan seorang bocah di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Nani merupakan warga Jawa Barat yang tinggal di Bantul.

Nani diketahui seorang warga Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dia ditangkap setelah empat hari polisi melakukan penyelidikan kasus tersebut.

" Setelah lidik empat hari berhasil mengerucut kepada seseorang dan pada hari Jumat (30/4) kami berhasil mengamankan NA, seorang pekerja swasta asal Majalengka," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria dikutip dari akun Instagram @manaberita, Senin 3 April 2021.

1 dari 6 halaman

Tidak Ada Perlawanan

Burkan Rudy menyebut tidak ada perlawanan saat Nani ditangkap. Nani ditangkap di rumah yang ada di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Nani tinggal di rumah sendiri.

" Ditangkap di Potorono, di rumah dan tersangka tinggal sendiri," ujarnya.

Saat ini, kata Burkan, untuk Nani telah ditahan di Polres Bantul. Hal itu karena polisi masih memintai keterangan untuk penyelidikan lanjutan.

 

 

2 dari 6 halaman

Amankan Beberapa Barang Bukti

Selain menangkap Nani, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya dua unit motor matik, sepasang sandal, uang tunai Rp 30 ribu, kunci motor dan satu buah helm berwarna merah.

" Kemudian ada beberapa plastik kombinasi garis merah berisi 6 tusuk sate dan saus kacang. Kalau uang Rp 30 ribu itu yang dipakai untuk bayar ojolnya," katanya.

3 dari 6 halaman

Motif

Lebih lanjut Burkan Rudy Satriya mengatakan, motifnya sakit hati karena ternyata target yakni T menikah dengan orang lain.

" Pernah berhubungan dulu sebelum nikah. Target T sedang kita dalami. (Profesi target) Pegawai negeri," katanya.

Menurut dia, rencana pembunuhan sudah direncanakan oleh NA alias Tika. Pemesanan racun sudah beberapa hari sebelumnya. Pemesanan dilakukan melalui online e commerce atau e- Dagang.

Tersangka dijerat Pasal 340 KUHPl sub Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tentang perlindungan anak. Dengan hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara.

      View this post on Instagram      

A post shared by MANAberita (@manaberita)

 

4 dari 6 halaman

Kronologinya

Dream - Seorang bocah SD dilaporkan meninggal dunia usia memakan paket takjil pemberian orang tak dikenal. Paket tersebut diterima oleh ayahnya yang berprofesi sebagai tukang ojek saat mengantarkan pesanan untuk pelanggananya.

Kabar pilu itu pertama kali dibagikan oleh akun Facebook Fahmi Ansy di grup Facebook Info Cegatan Jogja. Ia mengabarkan, anak tetangga di desanya tewas setelah menyantap paket takjil berupa sate dan bumbu.

Dalam unggahannya, Fahmi Ansy menceritakan kronologi kejadian nahas yang menimpa seorang anak SD bernama Naba. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu, 25 April 2021. Bermula dari ayah Naba yang sedang beristirahat sambil sholat Ashar di Masjid.

5 dari 6 halaman

Menurut informasi yang dihimpun dari akun Facebook tersebut, ayah Naba bekerja sebagai driver ojek online. Tiba-tiba ada seseorang datang meminta tolong mengantarkan barang secara offline tanpa menggunakan aplikasi. Orang itu meminta antarkan bungkusan berupa dua kotak.

Ketika sampai di lokasi pengiriman, sang penerima paket yang diantar ayah Naba tidak mau menerima. Hal itu lantaran sang penerima tidak merasa kenal dengan pengirim.

" Setelah sampai alamat yang dituju, ternyata yang dikasih bungkusan tidak mau menerimanya, karena merasa tidak kenal. Terus bilang ‘dah bungkusan itu buat bapak saja’ lalu dibawa pulang oleh bpnya mas Naba," tulis Fahmy Ansy.

6 dari 6 halaman

Naba kemudian disuapi lontong dengan bumbu sebanyak setengah sendok oleh sang ibu. Baru makan seidkit, Naba mengeluh dan meminta sang ibu untuk menghabiskan sisa makanannya.

“ Mas Naba bilang ke belakang sama ibunya ‘maemnya buat ibu saja’, dalam hitungan menit, Mas Naba di belakang jatuh tak sadarkan diri,” tulis akun Facebook tersebut.

Dalam pengakuannya, sang ibu yang sudah memakan lontong dengan bumbunya itu merasakan pedas serta pahit di tenggorokkan. Sang ibu berhasil selamat, namun Naba tidak tertolong.

“ Kata ibunya, rasanya pedas pahit dan kayak nyangkut di tenggorokan. Alhamdulillah ibunya selamat. Tadi pagi habis subuh sebagian anak-anak MADIN menyolati dan membacakan tahlil buat Alm Mas Naba,” tulisnya memberi keterangan kondisi terbaru Naba.

Beri Komentar