7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dokter Miftah Fawzy Sarengat (Facebook/Sonny Fadli)
Dream - Tenaga tenaga medis yang terjun di garda depan penanganan Covid-19 kembali gugur dalam tugas. Dokter Miftah Fauwy Sarengat yang berdinas di Kota Surabaya, Jawa Timur, mengembuskan napas terakhir akibat tertular virus corona pada Rabu, 9 Juni 2020.
" Dokter Miftah merupakan dokter ketiga yang gugur di Surabaya. Kami harap mudah-mudahan ini terakhir. Perjuangan Beliau harus kami lanjutkan karena belum selesai, mudah-mudahan Covid-19 segera berakhir," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia Surabaya, Brahmana Iskandar, dikutip dari Merdeka.com.
Miftah merupakan peserta program pendidikan dokter spesialis Universitas Airlangga Surabaya dan sedang menjalani rangkaian pendidikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo. Miftah juga terjun sebagai tim garda depan penanganan Covid-19 di Kota Surabaya.
Brahmana tidak menjelaskan bagaimana Miftah bisa tertular. Dia mengatakan saat ini pelacakan kontak masih berjalan.
Dia mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi dan memperbaiki tata laksana pencegahan penularan Covid-19. Terutama di kalangan dokter dan para tenaga medis lainnya.
" Kami terus melakukan evaluasi dan memperbarui Alat Pelindung Diri (APD), prosedur-prosedur kami perbaiki dan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang," kata Brahmana, dilaporkan Antara.
Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Soetojo, merasa kehilangan sosok Miftah yang pembelajar dan pekerja keras. Di mata dia, Miftah adalah dokter rajin.
" Memang Beliaunya tidak menyerah dalam mengobati pasien Covid-19, tapi Tuhan berkehendak lain. Semoga Almarhum diterima di sisi-Nya dan diampuni semua dosanya," kata dia.
Selanjutnya, Soetojo menyatakan potensi penularan Covid-19 pada dokter sangat tinggi. Sehingga, Universitas memberikan penghormatan atas dedikasi dan perjuangan Miftah terjun langsung mendukung penanganan virus corona.
" Meskipun di saat belajar, Dokter Miftah tidak gentar melakukan tugasnya mengobati pasien Covid-19. Oleh karenanya Beliau menjadi representasi perjuangan dokter yang ikhlas dan berdedikasi dalam penanggulangan Covid-19," ucap dia.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?