Innalillahi, Dokter Calon Spesialis di Tim Medis Covid-19 Surabaya Meninggal

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 11 Juni 2020 15:20
Innalillahi, Dokter Calon Spesialis di Tim Medis Covid-19 Surabaya Meninggal
Dokter Miftah Fawzy Sarengat turut berjuang menangani Covid-19 di RSUD dr Soetomo.

Dream - Tenaga tenaga medis yang terjun di garda depan penanganan Covid-19 kembali gugur dalam tugas. Dokter Miftah Fauwy Sarengat yang berdinas di Kota Surabaya, Jawa Timur, mengembuskan napas terakhir akibat tertular virus corona pada Rabu, 9 Juni 2020.

" Dokter Miftah merupakan dokter ketiga yang gugur di Surabaya. Kami harap mudah-mudahan ini terakhir. Perjuangan Beliau harus kami lanjutkan karena belum selesai, mudah-mudahan Covid-19 segera berakhir," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia Surabaya, Brahmana Iskandar, dikutip dari Merdeka.com.

Miftah merupakan peserta program pendidikan dokter spesialis Universitas Airlangga Surabaya dan sedang menjalani rangkaian pendidikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo. Miftah juga terjun sebagai tim garda depan penanganan Covid-19 di Kota Surabaya.

Brahmana tidak menjelaskan bagaimana Miftah bisa tertular. Dia mengatakan saat ini pelacakan kontak masih berjalan.

Dia mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi dan memperbaiki tata laksana pencegahan penularan Covid-19. Terutama di kalangan dokter dan para tenaga medis lainnya.

" Kami terus melakukan evaluasi dan memperbarui Alat Pelindung Diri (APD), prosedur-prosedur kami perbaiki dan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang," kata Brahmana, dilaporkan Antara.

1 dari 1 halaman

Pekerja Keras dan Berdedikasi

Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Soetojo, merasa kehilangan sosok Miftah yang pembelajar dan pekerja keras. Di mata dia, Miftah adalah dokter rajin.

" Memang Beliaunya tidak menyerah dalam mengobati pasien Covid-19, tapi Tuhan berkehendak lain. Semoga Almarhum diterima di sisi-Nya dan diampuni semua dosanya," kata dia.

Selanjutnya, Soetojo menyatakan potensi penularan Covid-19 pada dokter sangat tinggi. Sehingga, Universitas memberikan penghormatan atas dedikasi dan perjuangan Miftah terjun langsung mendukung penanganan virus corona.

" Meskipun di saat belajar, Dokter Miftah tidak gentar melakukan tugasnya mengobati pasien Covid-19. Oleh karenanya Beliau menjadi representasi perjuangan dokter yang ikhlas dan berdedikasi dalam penanggulangan Covid-19," ucap dia.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar