Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Proses Evakuasi Kiper Tornado FC Taufik Ramsyah (Twitter @SonyAndrio)
Dream - Taufik Ramsyah, salah satu talenda muda sepakbola Indonesia meninggal dunia pada 21 Desember 2021. Kiper Tornado FC meninggal setelah tim dokter berusaha memberikan penanganan atas cedera benturan di bagian kepala yang dialaminya.
Sang pemain sebelumnya menjalani perawatan intensif usai insiden benturan saat pertandingan Tornado FC melawan Wahana FC Pekanbaru di Liga 3 pada Sabtu, 18 Desember 2021.
Saat mencoba menghalau bola, Taufik berbenturan dengan dua pemain dan langsung pingsan.
Kabar meninggalnya Taufik disampaikan Sony Andrio Ranhas lewat akun Twitternya @SonyAndrio. Menurut Sony, Taufik sempat berbenturan dengan salah satu pemain Wahana FC.
" Benturan menyebabkan retak cukup serius apda tengkorak kepala Taufik," kata Sony.
Taufik sempat mengalami koma dalam beberapa hari. Tetapi pada Selasa malam, 21 Desember 2021, Taufik dinyatakan meninggal dunia.
Taufik berbenturan dgn salah seorang pemain Wahana FC Pekanbaru dan langsung tak sadarkan diri.
Benturan menyebabkan retak cukup serius pada tengkorak kepala Taufik.
Sempat dinyatakan koma selama beberapa hari namun malam ini Taufik pergi untuk selamanya. pic.twitter.com/krI49SSgm5— Sony Andrio Ranhas (@SonyAndrio)December 21, 2021
Sementara pengelola Tornado FC melalui akun Instagramnya menyampaikan ucapan duka atas berpulangnya kiper andalan mereka, Taufik Ramsyah.
Sang pemain selama ini dikenal sebagai penjaga gawang masa depan sepakbola Riau yang sangat mencintai olahraga tersebut.
" Momen terakhirnya saat sedang mengawal gawangnya dan melakukan profesi yang amat dicintainya ini," demikian pernyataan Tornado FC di akun instagramnya.
" Kini Taufik sudah lebih dulu meninggalkan kita semua dengan semangat, pesan dan buktinya untuk olahraga dan profesi ini."
" Selamat Jalan, Taufik Ramsyah."
View this post on Instagram
Mengutip Bola.com, insiden itu terjadi saat Taufik Ramsyah bertugas menjaga gawang Tornado FC saat melawan Wahana FC. Pertandingan yang berlangsung pada 18 Desember 2021 itu adalah babak 6 besar Liga 3 Riau.
Insiden terjadi bermula saat Wahana FC melancarkan serangan balik pada menit ke-40. Taufik kala itu hendak menangkap bola liar sambil menjatuhkan badan. Sayangnya kepala Taufik Ramsyah sempat bertabrakan dan kontak langsung dengan kaki dari salah satu pemain Wahana FC.
Usai benturan terjadi Taufik langsung tak sadarkan diri di lapangan. Beberapa rekan mencoba mendekatinya dan wasit meminta tim kesehatan untuk memeriksa keadaannya.
Setelah penanganan pertama di lapangan, Taufik Ramsyah akhirnya diputuskan dibawa ke Rumah Sakit menggunakan ambulance untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kiper kelahiran 12 Mei 2001 itu dikabarkan mengalami pendarahan di hidung dan mulut ketika kepalanya terbentur. Penjaga gawang asal Kabupaten Kuantan, Riau itu sempat dioperasi, namun nyawanya tidak tertolong.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya