Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Instagram.com/nangmwesan
Dream - Wanita dokter sekaligus model di Myanmar terancam tak bisa lagi membuka praktik. Izin medisnya akan dicabut namun bukan karena malpraktik.
Dewan kode etik negara itu mencabut izin medis dokte rbernama Nang Mwe San karena hobinya mengunggah foto-foto seksi di laman sosial media seperti Facebook dan Instagram.
Pencabutan izin praktik membuat Nang Mwe San mengecam dewan medis karena dianggap terlalu mengganggu kebebasan pribadi yang tak berhubungan dengan kinerjanya.
Ia pun bersumpah akan mengajukan banding terhadap keputusan dewan medis di negara yang sangat konservatif tersebut.
Dilansir dari straitstimes.com, Nang Mwe San memang kerap memperbarui foto Facebook-nya dengan foto-foto dirinya mengenakan pakaian renang dan pakaian dalam.
Dia meniru gaya model Amerika Serikat Kendall Jenner.
Dokter Nang juga kerap berpose dengan pakaian tradisional yang ketat atau memperlihatkan bentuk tubuhnya.
Akibat tindakan itu, Nang pun mendapat surat pencabutan izin medis karena gaya berpakaiannya yang bertentangan dengan budaya dan tradisi Myanmar.
Padahal sebelum surat tertanggal 3 Juni itu ia terima, Nang sudah lebih dulu mendapat peringatan untuk segera menghapus foto vulgarnya itu.
Perempuan 29 tahun ini telah bekerja selama lima tahun sebagai dokter umum sebelum mengejar karier modeling pada tahun 2017. Dia mengatakan tidak ada batasan khusus pada kode pakaian dalam etika medis.
" Saya tidak berpakaian seperti itu ketika saya merawat pasien," kata Nang Mwe San seperti dikutip AFP.
" Ini tidak dapat diterima," katanya lagi, seraya menyampaikan rencananya untuk mengajukan banding atas keputusan dewan medis dalam sebulan ini.
" Saya tidak berpikir mereka harus mengganggu kebebasan pribadi dan itu bukan urusan mereka," katanya. Dia berharap bisa kembali praktik medis di masa depan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, Myanmar saat ini menghadapi krisis tenaga kesehatan terlatih.
Anggota dewan medis setempat tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar atas pencabutan izin medis dokter seksi itu.
Sebagian netizen lokal mengecam dokter tersebut yang mereka anggap berlindung di balik hak asasi manusia." Hak asasi manusia bukan tentang mengekspos tubuh Anda," kata pengguna media sosial, Shwe Thu Razza. " Anda harus memelihara budaya Myanmar."
Namun, ada juga netizen yang membela dokter itu. " Apa yang dia kenakan di luar pekerjaan seharusnya tidak penting bagi profesinya," kata Swa Win Kyaw, pengguna media sosial yang lainnya.
(Sah, straitstimes.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya