Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Petugas Memantau Penyebaran Virus Corona (COVID-19) Di Dinas Kesehatan DKI Jakarta (Foto: Liputan6/Faizal Fanani)
Dream - Tercatat ada 31 wilayah rukun warga (RW) yang dikategorikan sebagai lokasi rawan virus COVID-19 saat masa pelaksanaan PSBB transisi.
" 31 adalah tambahan. Namanya PSBB transisi, kita enggak cuma melototin 66 (RW). 66 pasti tetap, hanya hati-hati loh ada juga potensi kalau enggak diawasi akan jadi rawan," kata
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis 18 Juni 2020.
Menurutnya 31 RW tersebut hasil pemantauan dari wilayah dengan angka penyebaran positif Covid-19 tinggi. Ia berharap ke depannya wilayah tersebut tidak menjadi zona merah terkait virus Covid-19 di Jakarta.
" Tetapi memang yang terpadu di 66 tadi, yang ini (31) belum tentu. Pokoknya sebagai early warning saja takutnya masuk nanti jadi merah," imbuh dia.
Berikut adalah rincian 31 RW rawan Covid-19 di Jakarta:
Berikut rincian 31 RW rawan:
1. Kecamatan Menteng
- Kelurahan Pegangsaan: RW 01 dengan 29 kasus
- Kelurahan Kebon Sirih: RW 08 dengan 6 kasus dan RW 10 2 kasus
2. Kecamatan Senen
- Kelurahan Kenari: RW 04 ada 30 kasus
- Kelurahan Senen: RW 04 Pasar Senen Dalam 8 kasus
3. Kecamatan Cempaka Putih
- Kelurahan Cempaka Putih Timur: RW 02 ada 13 kasus dan RW 03 5 kasus di Pasar Rawa Kerbau
4. Kecamatan Tanjung Priok
- Kelurahan Sunter Jaya: RW 01 ada 14 kasus, RW 02 ada 13 kasus dan RW 09 dengan 6 kasus
5. Kecamatan Tambora
- Kelurahan Jembatan Besi: RW 01 ada 10 kasus, RW 3 ada 1 kasus RW 4 ada 9 kasus, RW 7 dengan 12 kasus, dan RW 10 ada 13 kasus
6. Kecamatan Johar Baru
- Kelurahan Kampung Rawa: RW 02 dengan 14 kasus
7. Kecamatan Palmerah
- Kelurahan Jatipulo: RW 5 dengan 9 kasus, RW 6 ada 4 kasus, RW 7 dengan 4 kasus dan RW 10 ada 13 kasus
8. Kecamatan Grogol Petamburan
- Kelurahan Tomang: RW 2 ada 1 kasus, RW 10 ada 1 kasus, RW 5 ada 1 kasus, RW 11 ada 1 kasus, RW 6 ada 3 kasus, RW 12 ada 6 kasus, RW 7 ada 2 kasus, dan RW 13 dengan 1 kasus
9. Kecamatan Jatinegara
- Kelurahan Kampung Melayu: RW 02 dengan 12 kasus
10. Kecamatan Kemayoran
- Kelurahan Kemayoran: RW 07 dengan 9 kasus
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dia menyebut total ada 66 RW di Jakarta yang masih berstatus zona merah Covid-19.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya