Sistem Kursi Bayi Japan Airlines Tuai Kontroversi

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 1 Oktober 2019 08:01
Sistem Kursi Bayi Japan Airlines Tuai Kontroversi
Japan Airlines (JAL) mengklaim fitur itu akan menjamin penumpang terbebas dari suara bayi.Tapi...

Dream - Beberapa penumpang pesawat kerap risih ketika duduk di samping balita. Kekhawatiran yang muncul biasanya karena suara balita yang menangis.

Melihat masalah itu, Japan Airlines (JAL) mengembangkan sistem yang unik. Sistem itu menandai lokasi duduk balita di dalam pesawat.

Dilaporkan The Guardian, posisi itu dapat terlihat ketika penumpang memesan tiket pesawat. Penumpang dengan anak-anak berusia antara delapan hari dan dua tahun memesan tempat duduk mereka, ikon anak secara otomatis muncul di kursi yang akan diduduki.

 Tanda lokasi duduk balita© Japan Air Lines

JAL mengatakan, fitur itu akan menjamin penumpang terbebas dari suara bayi.

Ikon tidak akan muncul jika penumpang memesan penerbangan mereka melalui pihak ketiga atau perubahan menit-menit terakhir pesawat.

Meski demikian, JAL dan maskapai lain belum menemukan cara mengantisipasi penumpang yang mendengkur saat tidur.

 

1 dari 6 halaman

Kontroversi

 Ilustrasi© Shutterstock

Tetapi, langkah JAL menarik pujian dari beberapa pengguna media sosial.

" Terima kasih, @JAL_Official_jp untuk memperingatkan saya tentang di mana bayi berencana berteriak dan berteriak selama perjalanan 13 jam," kata Rahat Ahmed, seorang pengusaha.

" Ini benar-benar harus diwajibkan secara menyeluruh."

Meski aplikasi positif ini tetap menuai kontroversi. Sebab, ada warganet yang mengecam sikap penumpang pesawat yang tak toleran dengan sesama penumpang.

Mereka adalah bayi, seperti kita semua dulu. Kita perlu belajar toleransi atau akan muncul peta lokasi kursi untuk pernafasan mulut, air liur, perempat, pemabuk, dan mungkin lebih banyak hal dalam hidup,” kata seorang pengguna. (ism)

2 dari 6 halaman

Kepanikan Penumpang Saat Pesawat Anjlok 30 Ribu Kaki

Dream - Pesawat Delta yang terbang dari Atlanta ke Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, mengalami peristiwa mengerikan. Pesawat itu terjun sejauh 30 ribu kaki, atau 9,144 kilometer, selama tujuh menit.

" Kami semua berpikir inilah semua akan berakhir," kata penumpang Brandon Tomlinson, dilaporkan BuzzFeed, Jumat, 20 September 2019.

Para penumpang ketakutan. Salah satu penumpang, Brandon Tomlinson, mengaku menumpang pesawat tersebut bersama sang putra yang masih berusia satu tahun, bersama ibundanya.

Dia mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar 35 menit setelah lepas landas. " Tiba-tiba masker oksigen keluar dan kamu mulai mendengar suara menderu, yang saya pikir mesin pilot sedang menyelam ke bawah. Rasanya seperti roller coaster saat kami turun. Dan kamu bisa melihat di mata pramugari bahwa ini nyata," ucap dia.

3 dari 6 halaman

Anjlok dengan Cepat

Menurut Tomlinson, dia memakai masker oksigen, lalu putranya, dan kemudian harus menenangkan ibundanya. Penumpang lain menangis.

Tomlinson memuji cara pramugari mereka menangani insiden itu.

" Mereka benar-benar brilian, cara mereka menangani diri mereka sendiri," kata dia. " Mereka berkali-kali meminta maaf, memberi tahu kami betapa menyesalnya mereka."

Pesawat mendarat dengan selamat di Tampa pada Rabu malam. Tetapi, Tomlinson mengatakan, mengalami rasa terkejut yang luar biasa.

4 dari 6 halaman

Bikin Terkejut

Juru bicara Delta Air Lines, Anthony Black, mengatakan, para pilot memutuskan untuk memulai penurunan cepat yang terkendali setelah diberitahu akan " kemungkinan masalah dengan depressurisasi pesawat."

" Sebagai tindakan pencegahan, para kru memilih untuk turun dengan cepat dari 39.000 menjadi 10.000 kaki," kata Black.

Black mengatakan, masalah depresurisasi pesawat selama penerbangan " sangat jarang" . 

5 dari 6 halaman

Usai Garuda, Lion Air Kini Larang MacBook Pro 15 Masuk Pesawat

Dream –  Lion Air Group melarang salah satu produk Apple, MacBook Pro 15 inchi keluaran 2015, masuk ke kabin dan kargo pesawat.

Larangan ini dikeluarkan seiring dengan penarikan produk oleh Apple.Larangan ini berlaku di penerbangan Lion Air, Batik Air, dan Wings Air.

“ Melarang pengangkutan laptop produk Apple jenis MacBook Pro 15 inchi produksi 2015 yang dipasarkan periode September 2015 sampai Februari 2017 sebagai bagasi tercatat/ terdaftar (checked baggage) dan kargo,” kata Corporate Communication Strategic, Danang Mandala Prihantoro,di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 12 September 2019.

Kebijakan tersebut berdasarkan aturan yang dirilis oleh Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA), Federal Aviation Administration (FAA) atau Federasi Penerbangan Federal AS, European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154) mengenai larangan membawa MacBook Pro (Retina 15-Inch). Ditemukan permasalahan pada baterai laptop di produk Apple tersebut yang berpotensi menimbulkan gangguan (hazard) terhadap faktor keselamatan perjalanan udara.

“ Keterangan terperinci yang mencakup spesifikasi produk MacBook Pro 15 Inc yang di recall (ditarik kembali), dipersilakan untuk akses https://support.apple.com/en-sg/15-inch-macbook-pro-battery-recall,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Jangan Isi Powerbank di Pesawat

Jika ingin dibawa, Danang meminta penumpang mematikan laptop itu selama penerbangan.

Tidak diperbolehkan gadget ini dalam keadaan sleep mode. Penumpang juga tak boleh mengisi ulang baterai selama penerbangan.

 © MEN

Danang mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait hingga pemberitahuan lebih lanjut. Lion Air Group patuh menjalankan ketentuan, aturan atau kebijakan yang berlaku serta menerapkan budaya keselamatan pada setiap lini operasional dalam rangka safety first.

Danang juga mengimbau setiap penumpang wajib dan selalu mematuhi segala aturan yang berlaku demi alasan keselamatan dan keamanan penerbangan. Lion Air Group masih memberlakukan pelarangan untuk membawa dan menggunakan perangkat portabel pengisi daya tambahan bateri (powerbank), dengan ketentuan sebagai berikut.

 © MEN

1. Selama berada di dalam pesawat dilarang menggunakan powerbank

2. Sebelum keberangkatan, setiap tamu atau penumpang wajib melapor ke petugas secara detail tentang kapasitas powerbank yang dibawa.

3. Sesuai aturan, powerbank berkapasitas daya:

a. Maksimum 100 Wh atau 20.000 mAh hanya boleh dibawa ke kabin dan dilarang masuk dalam bagasi tercatat/ terdaftar (checked baggage).

b. 100-160 Wh atau 20.000-32.000 mAh harus ada persetujuan dari Lion Air Group.

c. Lebih dari 160 Wh dilarang untuk masuk ke dalam pesawat. (mut)

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair