Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Serangan Israel Ke Gedung Di Gaza
Dream - Video gadis Palestina usia 10 tahun di Gaza menyedot perhatan dunia. Dia mendesak orang-orang untuk peduli dengan nasib anak-anak Palestina.
" Kami sedang sekarang. Kami tak seharusnya menerima ini," ujar gadis bernama Nadeen Abed Al Lateef di hari Minggu saat serangan mematikan Israel berlangsung.
Berbaju ungu, Nadeen berdiri di reruntuhan rumahnya bersama adik laki-lakinya berusia 6 tahun. Dia pun mendesar rakyat Amerika Serikat untuk berhenti mengirim senjata ke Israel.
" Rakyat Amerika, berhenti memberi, berhenti memberikan senjata kepada penjajah. Itulah cara kalian dapat membantu kami," ujar Nadeen kepada NBC.
Lebih dari 200 orang dilaporkan tewas di Gaza setelah serangan udara Israel berulang kali dengan 61 korban di antaranya adalah anak-anak. Gaza menampung 2 juta orang dan telah diblokade Israel sejak 2007.
Otoritas Israel mengklaim 10 orang di wilayahnya tewas sebagai serangan 3.300 roket dari Hamas sejak awal konflik, termasuk dua anak. Hamas yang mengendalikan Gaza dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel dan AS.
Nadeen mengaku ingin menangis ketika melihat begitu banyak orang yang ketakutan. Bocah 10 tahun itu ingin menjadi dokter tetapi sekolahnya harus ditutup dan pengajaran online terhenti karena serangan tersebut.
" Ketika saya besar nanti, saya ingin menjadi dokter untuk membantu masyarakat saya, tetapi saya tidak bisa. Tidak ada pembelajaran. Saya tidak punya hak untuk belajar karena penjajah. Hak saya untuk belajar hilang," kata dia.
Nadeen pun menyatakan dia tetap akan mewujudkan cita-citanya. Dia sudah tak peduli pada apa yang akan terjadi nanti.
" Saya menjalani hidup saya, jika saya tertembak saya tidak peduli, saya masih akan pergi belajar. Impian saya adalah menjadi seorang dokter dan saya akan menjadi seorang dokter. Saya tidak peduli jika Anda menembak saya atau apa pun saya akan menjadi dokter," ucap dia.
Sumber: Independent.co.uk
Dream - Serangan udara yang dilancarkan Israel turut menyebabkan sebuah laboratorium di Gaza, Palestina, rusak parah pada Selasa, 18 Mei 2021. Padahal, laboratorium tersebut merupakan satu-satunya fasilitas kesehatan yang digunakan untuk tes Covid-19.
Tingkat pengujian kasus positif di Gaza termasuk yang tertinggi di dunia, mencapai 28 persen. Rumah sakit di wilayah miskin yang telah diblokade oleh Israel selama 15 tahun sudah penuh dengan pasien.
Salah satu warga Gaza, Roba Abu Al Awf, 20 tahun, bersiap menghadapi malam yang sulit. Dia dan keluarga serta sejumlah warga Gaza hanya bisa duduk diam di rumah.
" Kematian bisa datang kapan saja, pemboman ini gila dan tidak pandang bulu," kata Roba, dikutip dari Channel News Asia.
Serangan udara Israel di Gaza telah merusak jalan-jalan dan infrastruktur penting. Listrik padam, membuat Gaza dilanda kegelapan.
Otoritas kelistrikan di Gaza telah mengeluarkan peringatan bahan bakar yang tersisa hanya cukup untuk menyediakan listrik selama dua hingga tiga hari lagi.
Krisis keamanan berisiko memicu bencana kemanusiaan. PBB menyebut hampir 40 ribu warga Palestina terlantar dan 2.500 lainnya telah kehilangan rumah.
Sepanjang berlangsungnya agresi, kelompok Hamas telah menembakkan sekitar 3.350 roket ke Israel. Baku tembak yang terjadi merupakan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Hamas juga menyatakan bakal lebih banyak melakukan serangan roket ke Tel Aviv. Selama Israel tidak menghentikan serangan di daerah pemukiman di Gaza.
Jet-jet tempur Israel juga menghantam terowongan bawah tanah Hamas, " Metro" . Sebelumnya Israel sempat mengakui fasilitas tersebut termasuk sebagian wilayah sipil.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan