Unjuk Solidaritas, Anies Minta Lampu JPO Diatur Bernuansa Bendera Palestina

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 19 Mei 2021 19:01
Unjuk Solidaritas, Anies Minta Lampu JPO Diatur Bernuansa Bendera Palestina
10 JPO menyalakan lampu bernuansa Bendera Palestina.

Dream - Dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina yang tengah menghadapi agresi militer Israel terus berkobar. Kali ini dukungan datang dari Indonesia, khususnya warga Ibu Kota Jakarta.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, menyatakan mendapat perintah dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk mengatur lampu di sejumlah Jembatan Penyebarangan Orang dengan nuansa Bendera Palestina. Tindakan itu sebagai wujud solidaritas Jakarta terhadap perjuangan warga Gaza dan Palestina seluruhnya.

" Saya diinstruksikan Pak Gubernur untuk men-seting warna bendera Palestina sebagai pesan solidaritas pada Bangsa Palestina, dan sebagai awareness bagi publik luas tentang permasalahan yang sedang melanda Bangsa Palestina," ujar Hari.

Hari mengatakan lampu pada JPO bernuansa Bendera Palestina mulai dinyalakan Senin, 16 Mei 2021 hingga dua pekan ke depan. Nuansa lampu tersebut dapat ditemukan di JPO Polda, GBK, Bundaran Senayan, Sumarno, Jelambar, Daan Mogot, Pasar Minggu, dan Pasar Senen.

" Lampu bernuansa Bendera Palestina juga dinyalakan di Terowongan Kendal dan Simpang Susun Semanggi," kata Hari.

1 dari 4 halaman

Presiden Jokowi Kutuk Israel

Kecaman terhadap agresi Israel ke Jalur Gaza muncul pula dari banyak pihak. Termasuk pula dari para pemimpin negara.

Pekan lalu, Presiden Joko Widodo menyatakan mengutuk serangan Israel ke Gaza. Pernyataan itu disampaikan Jokowi melalui akun Twitternya, @jokowi.

Beberapa hari setelahnya, Jokowi mengeluarkan pernyataan bersama dengan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. Ketiganya mengecam serangan Israel dan mendesak PBB untuk menekan Israel agar segera mengakhiri serangan tersebut.

2 dari 4 halaman

Masya Allah, Paul Pogba Bentangkan Bendera Palestina di Markas MU

Dream - Dukungan demi dukungan terus mengalir kepada rakyat Palestina. Dukungan datang dari beragam latar belakang.

Salah satunya datang dari pesepakbola profesiona, Paul Pogba. Dia baru saja melakukan aksi membanggakan dan menyedot perhatian.

Pogba tertangkap kamera membentangkan Bendera Palestina. Tidak main-main, aksi itu dia lakukan di Old Trafford, markas dari klub sepakbola papan atas Inggris, Manchester United.

Aksi itu dia lakukan usai laga Manchester United melawan Fulham. Bersama Amad Diallo, Pogba berjalan sembari mengibarkan Bendera Palestina sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Israel terus menerus melancarkan serangan udara ke wilayah Gaza. Serangan dilakukan secara membabi buta, tanpa memperhatikan target.

Sejumlah gedung hancur, termasuk masjid dan rumah sakit. Ratusan warga Gaza meninggal dunia dan begitu banyak yang luka.

Banyak warga Gaza pun kehilangan rumah akibat serangan udara Israel.

3 dari 4 halaman

RS Indonesia di Gaza Terdampak Serangan Udara Israel

Dream - Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, terkena dampak dari agresi Israel. Rumah sakit tersebut mengalami kerusakan sebagian akibat serangan udara Israel ke target di dekat fasilitas kesehatan tersebut.

" Kantor administrasi rumah sakit dirusak oleh seranga Israel tadi malam," ujar Kepala Presidium Komite Penyelamat Darurat Medis (MER-C), Sarbini Abdul Murad, dikutip dari Anadolu Agency.

Sarbini mengatakan serangan menyasar objek berjarak 200 meter dari rumah sakit. Menurut dia, RS Indonesia tidak langsung terkena bom Israel.

" Tapi ledakan keras membuat gedung-gedung berderak dan langit-langit runtuh," kata dia.

Tidak ada korban dari RS Indonesia akibat serangan tersebut baik itu pasien maupun perawat dan staf rumah sakit. Meski demikian, serangan itu telah menimbulkan rasa trauma.

 

4 dari 4 halaman

Melanggar Konvensi Jenewa

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan militer Israel melancarkan serangan pada Senin malam, 17 Mei 2021. Serangan tersebut bukan pertama kalinya menyasar objek vital seperti rumah sakit.

" Tindakan ini jelas melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa," demikian pernyataan Kemenkes Palestina.

Kemenkes pun mendesak komunitas internasional mengambil langkah tegas untuk menghentikan agresi Israel. Langkah yang permanen agar Israel menghormati kesepakatan dunia. (mut)

Beri Komentar