Jessica Punya 14 Catatan Kriminal di Australia

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 21 Maret 2016 18:31
Jessica Punya 14 Catatan Kriminal di Australia
Kata Mantan Kapolda Metro Jaya, Tito Karnavian, dokumen kriminal yang bersangkutan kurang lebih ada 14 kasus‎. Apa saja?

Dream - Penyidik Polda Metro Jaya yang bekerja sama dengan Polisi Federal Australia (AFP) mendapatkan keterangan tambahan mengenai sosok Jessica Kumala, tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin.

Dalam temuan itu terdapat catatan kriminal sosok Jessica.

Menurut Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian, alumnus Billy Blue College of Design, Sydney, Australia itu memiliki 14 riyawat kejahatan selama tinggal di negeri kanguru ‎tersebut.

" Dokumen kriminal yang bersangkutan kurang lebih ada 14 kasus‎ (di Australia-red)," kata Tito usai dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 21 Maret 2016.

Meski begitu, Tito enggan membeberkan 14 riwayat kejahatan yang pernah dilakukan Jessica.

Menurut dia, penyidik Polda Metro Jaya masih terikat perjanjian hukum dengan AFP terkait fakta tersebut.

‎" Kita belum ekspos karena terikat dalam Multual Legal Agreement (MLA) dengan Australia. Jadi setiap pernyataan yang dikeluarkan Polri harus ada kesepakatan‎ (dengan Australia)," ucap dia.

‎Tetapi dalam kesempatan itu, Tito membocorkan dua cacatan kriminal Jessica. Dia mengatakan, Jessica pernah melakukan upaya bunuh diri dan tengah menjalani perawatan pemulihan jiwa.

" ‎Ada catatan kriminal di antaranya percobaan bunuh diri‎. Kedua ada catatatan medis yang bersangkutan karena dalam treatment psikolog," ujar dia.

 

1 dari 4 halaman

Mengapa Jessica Pernah Mau Bunuh Diri di Australia

Dream - Sedikit demi sedikit kasus pembunuhan yang dilakukan Jessica Kumala terhadap Wayan Mirna Salihin mulai tersibak.

Temuan penyidik Kepolisian Polda Metro Jaya yang menelusur rekam jejak Jessica menemukan bukti keterangan baru.

Salah satu bukti keterangan baru yang mengejutkan ialah catatan kriminal yang pernah dilakukan Jessica.

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian, dalam catatan kriminal itu, Jessica pernah mencoba melakukan bunuh diri.

" Kami dapat informasi yang sangat bagus dari Australia, tapi sengaja belum diekspos. Ada catatan kriminal diantaranya percobaan bunuh diri," kata Tito, Senin 21 Maret 2016.

Tetapi, Tito mengatakan jika secara resmi percobaan bunuh diri itu belum dapat diekspose kepada publik.

Proses ekspose itu terhalang perjanjian hukum yang dilakukan kepolisian Polda Metro Jaya dengan Kepolisian Federal Australia.

" Kami belum ekspose karena terhalang mutual legal agreement (MLA) dengan Australia," ucap dia.

Untuk terus mendalami kasus pembunuhan ini, rencananya pada 26 Maret 2016 tim penyidik akan mengambil berkas catatan kriminal Jessica. Selain itu, penyidik juga akan mengambil rekam medis Jessica.

" Ada catatan medis yang bersangkutan karena yang bersangkutan sebetulnya dalam treatment psikolog," ujar dia.

Dia berharap kasus ini dapat terselesaikan di bawah Kapolda Metro Jaya baru yaitu Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto.

Dengan terpilihnya kapolda yang baru, Tito berharap ada kesepakatan baru antara Kepolisian Polda Metro Jaya dengan Kepolisian Federal Australia.

" Saya pikir harus ada kesepakatan bapak kapolda yang baru dengan kepolisian Australia, mana aja yang boleh ekspose dan mana yang tidak boleh," ucap pria yang kini menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini.

2 dari 4 halaman

Motif Jessica Terkungkap?

Dream - Penyidikan kasus kematian Mirna memasuki babak baru dan berhasil mengungkap fakta-fakta baru.

Seorang konsultan forensik hypnotist di Australia, Kirdi Putra telah berhasil meminta keterangan tersangka Jessica Wongso dan tokoh-tokoh kunci lainnya dalam kasus pembunuhan Mirna.

Dari keterangan tersebut diketahui bahwa Jessica dan Mirna bertemu saat sama-sama belajar di Sydney's Billy Blue College of Design. Menurut Putra, hubungan keduanya kemudian renggang dan tidak berjumpa satu sama lain selama kurang lebih lima tahun.

Pada waktu itu, beberapa teman Jessica menjadi lebih dekat dengan Mirna hingga kemudian akhir tahun lalu Mirna menikah di Bali.

Namun Jessica tidak hadir di pernikahan.

" Sebuah motif yang mungkin adalah semacam kecemburuan dan dendam," kata Putra dikutip dari ABC News.

" Pertama, teman-temannya dibawa pergi. Ditambah lagi Mirna juga mendapat kehidupan yang lebih baik daripada Jessica. Ini yang bisa menjadi motif."

" Ini memang tidak cukup kuat, itu sebabnya saya meminta polisi untuk memeriksa profil psikologis Jessica untuk lebih memahami."

Putra juga telah memeriksa pesan singkat yang dikirim antara Jessica-Mirna dan meminta keterangan teman dan suami Mirna.

Dia mengatakan, tidak ada bukti yang mendukung spekulasi bahwa kedua perempuan tersebut adalah sepasang kekasih.

" Saya tidak melihat ada bahan pendukung pada percakapan mereka di WhatsApp atau gerak tubuh mereka atau berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh suaminya dan teman-teman," katanya.

Menanggapi temuan penyidik di Australia itu, pengacara Jessica Hidayat Boestam mengatakan, kliennya tidak tahu dan tidak ada keterkaitan dengan hal tersebut.

" Setelah berhenti kerja dirinya (Jessica) langsung ke Jakarta dan pada 6 Januari 2016 peristiwa kematian Mirna terjadi. Jadi nggak ada hubungannya," ucap dia.

Hidayat belum ingin berspekulasi mengenai proses penyidikan ini. Dia hanya merasa sedih melihat Jessica yang tidak bisa berbuat banyak.

Dia pun masih tetap berkeyakinan Jessica tidak melakukan pembunuhan Mirna seperti yang disangkakan penyidik.

" Yah jelas Jessica tidak melakukan pembunuhan. Dari CCTV jelas kelihatan tidak melakukan apapun. Ada orang yang menyampaikan ke saya tidak ada gerakan (menuang racun-red). Jessica mana tahu sianida?" ucap dia.

3 dari 4 halaman

Terkuak Kebiasaan Jessica Selama di Tahanan

Dream - Tak banyak yang tahu aktivitas Jessica Kumala, tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, selama mendekam di ruang tahapan titipan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Meski telah berada di tahanan selama hampir dua bulan, Jessica masih bisa berolahraga.

Menurut Direktur Tahanan dan Penitipan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Barnabas, setiap pagi Jessica menjalani olahraga. Tetapi, aktivitas olahraga tersebut dijalankan seorang diri. Tidak bergabung dengan tahanan lain.

" Sebelum tahanan lain berolahraga, dia olahraga duluan. Sendiri. Jadi, dia bangun pagi lebih awal, terus olahraga sendiri di taman didampingi Polwan. Tahanan lain mulai olahraga, Jessica kembali lagi ke selnya," kata Barnabas, Jumat, 18 Maret 2016.

Barnabas mengatakan Jessica memang kerap beraktivitas sendirian dan jarang berinteraksi dengan tahanan lain. Sebab selama ditahan, Jessica dikenal sebagai sosok yang penyendiri.

" Jessica orangnya memang begitu. Dia tak mau ngobrol dengan tahanan lain. Introvert. Itu yang buat kita sulit korek informasi," ucap dia.

Meski begitu, Polda Metro Jaya setiap malam menugaskan polwan untuk menemani Jessica berbincang. Di siang harinya, Jessica selalu berada di ruang bimbingan konseling (BK) untuk menjalani pendampingan.

Barnabas menjelaskan selama berada di tahanan Jessica tidak menunjukkan tanda-tanda tertekan. Tetapi, Barnabas mencatat Jessica hanya mengalami penurunan berat badan.

" Berat badannya turun. Pertama masuk kan 54 kilogram. Tadi pagi, kami cek berat badannya turun, menjadi 52 kilogram," kata dia. (Ism) 

4 dari 4 halaman

Heboh Percakapan Mirna dan Kembarannya Soal Jessica

Dream - Belum lagi kasus kematian Wayan Mirna Salihin dituntaskan kepolisian, muncul gambar tangkapan layar (screenshot) percakapan Mirna, Sandy Salihin (kembaran Mirna), Hani, dan Vera Rusli.

Percakapan keempat perempuan diunggah oleh akun Instagram @allaboutrans. Adapun tangkapan layar diambil dari akun Facebook milik Vera.

Tampak dalam akun itu, keempat perempuan itu membicarakan bayi yang digendong Jessica Kumala. Sosok Mirna yang menjadi orang pertama yang berkomentar atas foto tersebut.

" Jesss gw culikkk yaaa?" tulis Mirna.

Tak berselang lama, Sendy membalas komentar kembarannya. Sendy mempertanyakan anak yang digendong Jessica kepada Mirna.

" Itu anak siapa mir?" kata Jessica.

Setelah kedua saudara itu saling berkomentar, dua sahabat lainnya Hani dan Vera ikut berkomentar. Mereka berbincang soal bocah yang digendong Jessica dengan penuh kegembiraan.

Hanie Juwita Boon: anaknya jessica sand, heehehhehe lucu yah

Vera Rusli: bukan anaknya jessica hann tp anaknya kakaknya jessica hihihi

Hanie Juwita Boon: hahahaha iyah gw tau ver. cm isengin jess aja...gila deh andrew lucu banget ya.gw jg mau culik donk jess..klo boleeh ^^ cc klo butuh childcare qta jagain aja si andrew haha gaya bgt gw

Vera Rusli: haha aku jg maw menculiknyaaa huhuhu iya jes kakak lo butuh babysitter gak hehehe

Made Sandy salihin: HAH?? hahaha kaget gw kira anaknya jess beneran haha

Anehnya, dalam percakapan itu tak muncul sosok yang dibincangkan, yaitu Jessica. Pembicaraan itu tercatat pada tanggal 2-4 Januari 2009. Jika dilihat sekilas, pengambilan gambar keempat sahabat itu dilakukan usai melaksanakan prosesi wisuda.

Saat Dream mencoba menelusuri kembali gambar ini di akun Facebook Vera Rusli, gambar tersebut juga tidak muncul.

Beri Komentar