Jessica Punya Masalah Kejiwaan?

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 13 Februari 2016 08:05
Jessica Punya Masalah Kejiwaan?
Menurut Psikolog, Jessica memiliki...

Dream - Jessica Kumala, tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, melakukan pemeriksaan kejiwaan di Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Pemeriksaan itu dilakukan atas dasar kecurigaan tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengenai kejiwaan Jessica.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, salah satu kecurigaan itu bersumber pada peristiwa yang menimpa Mirna, kawannya sendiri.

" Nah sekarang itu yang jadi korban kan temannya. Kan aneh. Semua juga berpikir kok temannya bisa keracunan dengan perbuatan, yang kami temukan, diduga dilakukan oleh yang bersangkutan," kata Krishna di Polda Metro Jaya, Jumat 12 Februari 2016.

Krishna mengatakan, alasan lain membawa Jessica kepada psikiatri untuk mengecek apakah yang bersangkutan memiliki penyakit gangguan kejiwaan. Sebab, jika Jessica memiliki penyakit gangguan kejiwaan maka hukuman Jessica dapat ditangguhkan sesuai yang tercantum dalam pasal 44 KUHAP.

" Ya jika terbukti ada gangguan jiwa bisa lolos, maka dari itu kami lihat hasilnya dari pihak yang memeriksa terlebih dahulu," ucap dia.

Selama ini saat diperiksa psikolog, menurut Krishna, kondisi kejiwaan Jessica masih tergolong normal. Bahkan menurut psikolog, Jessica memiliki pengetahuan dan pengendalian emosi yang baik.

‎" Kata psikolog yang bersangkutan normal dalam arti sehat. Tapi kan psikiatri beda lagi keilmuannya. Jadi ini kami tunggu jawabannya," ujar dia.

1 dari 5 halaman

Fakta di Balik Perlakuan `Istimewa` Jessica di Sel

Dream - Tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso menempati sel khusus dengan fasilitas berbeda dari tahanan lainnya. Ruangan tahanan Jessica juga dijaga ketat dua orang Polwan selama 24 jam.

" Kami harus jaga dia semaksimal mungkin. Jadi kita awasi 24 jam dengan dua orang Polwan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal, kemarin. 

Iqbal menjelaskan, penjagaan ketat Jessica untuk mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan.

Dalam pengawasan itu, barang-barang yang bisa membuat celaka juga disingkirkan. Walaupun dibedakan, pemeriksaan terhadap pengunjung dan Jessica cukup ketat.

Penjagaan cukup ketat dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Karena bisa saja tersangka tertekan dan melakukan hal yang tidak diinginkan seperti bunuh diri, melukai dirinya sendiri dan lainnya.

" Bisa saja dia depresi dan bertingkah aneh, tapi sampai saat ini tidak ada keanehan yang terjadi tapi kami berjaga-jaga saja," kata Iqbal menambahkan. (Ism) 

2 dari 5 halaman

Dugaan Mengejutkan Motif Pembunuhan Mirna

Dream - Sudah hampir sebulan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin berjalan. Tetapi, hingga kini kepolisian Polda Metro Jaya belum mengungkapkan motif di balik pembunuhan Mirna.

Dharmawan Salihin, ayah Mirna menepis kabar terbunuhnya putrinya berlatar belakang bisnis. Sebab, menurut dia, antara Jessica dan Mirna tidak memiliki ikatan bisnis.

" Wah kejauhan, nggak ada kaitannya. Om kerja apa, dengan Mirna dan Jessica ngak ada kaitannya. Dia (Jessica-red) baru pertama kali lihat," kata Dharmawan usai mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu 10 Februari 2016.

Dharmawan mengatakan posisi sebagai pemimpin perusahaan miliknya terbilang sudah cukup lama. Tapi, Dharmawan menyebut, proses belajar Mirna untuk memimpin perusahaan miliknya terbilang baru.

" Dari dulu juga sudah menjabat. Tapi kan ngajarin kerjanya baru pas pulang dari Australia dan nikah," ujar dia.

Lebih jauh, mengenai aktivitas Mirna dan Jessica di Negeri Kanguru itu, yang diselidiki Polisi Federal Australia (AFP), Dharmawan enggan menanggapi.

Meski telah mendengar informasi yang diberikan polisi Australia kepada Polda Metro Jaya, dia enggan membeberkan hasil temuan itu.

" Saya kalau ngomong semua, sama saja saya telanjangin semuanya," ucap dia.

Menurut dia yang terpenting saat ini adalah kasus ini dapat cepat disidangkan. Sebab, sejauh pengelihatannya polisi dan jaksa telah mengoreksi berkas kasus kematian Mirna.

" Insya Allah doain saja supaya kasus ini cepat disidangkan. Mudah-mudahan bisa cepat nih, nggak ada kurang apa-apa," kata dia.

Seperti yang diketahui sebelumnya, perngacara Jessica yaitu Yudi Wibowo sempat membuka dugaan kasus yang menimpa kliennya.

Kala itu, Yudi mengatakan jika motif warisan bisa saja muncul dan menjerat Arief Soemarko, suami Mirna.

‎" Siapa yang ngomong warisan. Jessica kan nggak ada saudara sama Bapaknya Mirna. Kalau dapat warisan motifasinya ya suaminya (Arief-red)," ujan dia menerangkan. (Ism)

3 dari 5 halaman

Membongkar Hubungan Jessica dengan Mirna di Australia

 

Dream - Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Carnavian menjelaskan kerjasama Polri dengan Kepolisian Federal Australia (AFP), terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin. 

Menurut Tito, kerja sama dua kepolisian itu untuk mendapatkan kejelasan hubungan tersangka Jessica Kumala dengan Mirna.

" Kami sudah mendapat prosedur di sana. Kami sudah mendapatkan izin dari Kepolisian Australia dan ini waktu kami menginvestigasi," kata Tito di Polda Metro Jaya, Rabu 10 Januari 2016.

Tito menambahkan, kerja sama dengan polisi Australia juga untuk melihat perkawanan dua perempuan itu selama bersekolah di Billy Blue of College, Sidney, Australia.

" Kami menghubungi teman-teman polisi Australia untuk melihat bagaimana hubungan antara Jessica dan Mirna dan (teman-temannya-red) yang lain lain," ucap dia.

Tak hanya itu, penyidikan Polda Metro Jaya dan polisi Australia untuk melihat karakter Jessica selama di Australia. Penyidikan ini sekaligus untuk membongkar hubungan Jessica dengan Mirna.

" Kami ingin tahu hubungan jessica dengan Mirna dengan lebih spesifik. Kami mau tahu profil Jessica termasuk karakter selama dia hidup di Australia. Hal itu untuk mencari tahu kemungkinan motif hubungan Mirna dengan Jessica," kata dia.

4 dari 5 halaman

Status Kewarganegaraan Jessica

Dream - Mengenai status kewarganegaraan Jessica yang disebut-sebut telah menjadi warga negara Australia, Tito menampik informasi itu. Menurut dia, status kewarganegaraan Jessica masih merupakan warga negara Indonesia.

" Setiap warga negara Indonesia dimanapun berada jika melakukan pidana. Dia tetap diproses, tidak perlu diekstradisi kan dia warga negara Indonesia," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Tito juga menampik persoalan yang muncul karena adanya dua versi rekonstruksi. Sebab, dalam sistem hukum yang dianut di Indonesia, mengatur adanya dua rekonstruksi semacam itu.

" Tidak masalah, dia berpendapat silahkan saja. Dalam sistem hukum tersangka memiliki hak untuk menolak, diam, berpendapat sendiri, inikan juga proses," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Informasi Penting Soal Jessica, Ini Kata Polisi Australia

Dream - Kepolisian Federal Australia (AFP) mengaku telah dihubungi oleh Polri terkait penahanan tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso. Namun, AFP menyatakan tak akan memberikan informasi apapun tentang Jessica tanpa ada izin dari Menteri Kehakiman Australia, Michael Keenan.

“ AFP telah hubungi oleh Polri terkait penahanan nona Wongso dalam kasus pembunuhan yang menyebabkan hukuman mati,” kata seorang juru bicara AFP, sebagaimana dilansir The Sydney Morning Herald.

Beberapa waktu yang lalu, Polda Metro Jaya memang meminta bantuan kepada AFP untuk menelusuri rekam jejak Jessica di Australia. Bahkan, Juru Bicara Polda Metro, Kombes M Iqbal, mengaku sudah menerima informasi penting dari AFP. [Baca: Polisi Dapat Informasi Penting dari Australia Soal Kasus Mirna]

Jessica dan Mirna dilaporkan pernah kuliah di Billy Blue College of Design di Sydney dan Swinburne University of Technology. Mirna kemudian pulang ke Indonesia, sementara Jessica bekerja di Australia hingga akhir tahun lalu.

Meski demikian, AFP menyatakan tak akan memberi informasi tentang Jessica tanpa persetujuan Menteri Michael Keenan. Memang, berdasar panduan AFP untuk memberikan bantuan atas kasus pidana mati, diperlukan persetujuan Menteri Kehakiman.

“ AFP bisa dikonfirmasi bahwa mereka tidak merilis informasi apapun kepada Polri terkait permintaan itu. AFP akan meminta persetujuan menteri untuk informasi seperti itu.”

Sebelumnya, AFP bernah dikritik habis-habisan karena telah memberikan informasi kepada otoritas Indonesia tentang data kasus Bali nine, tentang penyelundupan heroin pada 2005. Kasus itu menyebabkan dua warganya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dihukum mati tahun lalu.

Dalam kasus pembunuhan Mirna dengan tersangka Jessica ini, juru bicara Menteri Kehakiman Australia menyatakan Keenan belum menerima surat resmi dari AFP untuk pemberian informasi kepada Polri. (Ism) 

Beri Komentar