Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Pabrik Makanan Beku (Foto: World Of Buzz)
Dream - Pabrik makanan perlu standar kebersihan yang tinggi untuk menjaga kualitas makanan. Tapi tidak seperti pabrik makanan beku non-halal satu ini.
Salah stau pabrik makanan beku di Jalan Datuk Haji Ahmad Badawi, Malaysia, ditutup selama dua minggu pada 8 Februari. Penutupan dilakukan karena kondisi pabrik tersebut dinilai kotor dan tidak layak untuk memproduksi makanan bagi masyarakat.
Menurut Harian Metro, pabrik yang mengolah makanan beku non-halal itu digerebek pada pukul 10 pagi waktu setempat oleh Divisi Keamanan dan Kualitas Pangan (BKKM) di bawah Departemen Kesehatan Negeri Penang (JKNPP).

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa, tingkat kebersihan di pabrik sangat tidak higienis. Hal ini lantaran makanan yang mereka proses diletakkan di atas lantai, menyebabkannya dipenuhi lalat dan kecoa. Selain itu, kotoran tikus ditemukan di antara peralatan yang digunakan.
Petugas Kesehatan Lingkungan, Keamanan Pangan, dan Kualitas, Mohd Wazir Khalid, mengatakan, meskipun produk pabrik dipasarkan kepada non-Muslim, pihaknya memprioritaskan aspek kebersihan untuk mencegah keracunan makanan.
Mohd Wajir juga menerangkan, pihaknya telah memberikan peringatan dan nasehat kepada pemilik pabrik. Namun tetap dihiraukan, bakan para pekerja pabrik tidak pernah disuntik tifus.
" Selama interogasi, pemilik terus mengulangi alasan bahwa pabrik akan tutup karena bangkrut, tetapi catatan menunjukkan bahwa mereka telah beroperasi selama 50 tahun dan mengulangi kesalahan yang sama," terang Mohd Wajir.
Mohd Wazir menambahkan, pihaknya juga khwatir karena beberapa produk bakso yang dihasilkan tidak memiliki label. Hal ini ditakutkan akan menimbulkan kebingunan bagi konsumen, khususnya kaum Muslim.

" Kami menemukan ada campuran bahan ikan dan babi di beberapa produk bakso. Ini akan menimbulkan kebingunan karena tidak ada label pada kemasan," terang Wajir.
Tak hanya itu, pabrik tersebut juga menggunakan bahasa China disetiap produknya. Padahal, menurut peraturan, setiap produk bahan pangan diharuskan memiliki label berbahaya Melayu.
Pabrik tersebut dijatuhi hukuman berdasarkan peraturan Bagian 11 Undang-Undang Pangan Tahun 1983 berdasarkan Aturan Nomor 32 atas pelanggaran pengabaian kebersihan produksi pangan.
" Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Pangan Malaysia juga telah menindak pemilik pabrik, menyusul pelanggaran penimbangan makanan dan penyimpanan minyak goreng tanpa izin," jelas Mohd Najir.
Selain itu, Dewan Kota Seberang Perai (MBSP) juga telah mengambil tindakan dengan mencabut izin operasi pabrik.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam