Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Penyisiran Sisa Munisi Konfrontasi Indonesia-Malaysia (Foto: Instagram @tnilovers18)
Dream - Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad Pos Lumbis menemukan peluru berkaliber 7,62 mm.
Penemuan ini berawal saat sekelompok warga Desa Tau Lumbis Frangki, Boy, dan Igo tengah menggali tanah untuk memasang jerat babi hutan. Saat penggalian telah mencapai kedalaman sekitar 40 cm, terlihat ada 10 butir munisi aktif.
Munisi atau peluru ini ditemukan di hutan Desa Lumbis, Kecamatan Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan pada Sabtu, 6 Februari 2021.
Dari penemuan tersebut, warga langsung pergi ke Pos Lumbis dan melaporkan kepada Danpos Pos Lumbis Letda Arh Sutrisno Sitakar S.Tr, Han, berdasarkan laporan warga tersebut anggota Pos Lumbis di pimpin Danpos Letda Arh Sutrisno Sitakar langsung ke lokasi penemuan.

Selanjutnya 6 anggota pos dibantu 3 orang pelapor mencoba menggali kembali lokasi tersebut, dan ditemukan kembali 1.191 amunisi aktif yang langsung diamankan ke Pos Lumbis.
Penemuan ini juga disampaikan oleh Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC Mayor Arh Drian Priyambodo, dalam keterangan tertulisnya di Pos Kotis Jalan Fatahilah, Kecamatan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan.
Menurut informasi yang didapat dari Bapak Tukang, lokasi penemuan merupakan tempat persembunyian pasukan Gurkha serta pasukan Inggris saat Zaman konfrontasi.
Bapak Tukang merupakan saksi hidup atau bisa dikatakan sebagai veteran konfrontasi Indonesia-Malaysia pada tahun 1965.
" Kita duga masih ada sisa-sisa peninggalan konfrontasi RI-MLY tahun 1965 di dalam hutan wilayah kec. Lumbis Hulu" tambah Dansatgas.
Amunisi yang ditemukan merupakan amunisi peninggalan konfrontasi RI-MLY pada tahun 1965 dengan kaliber 7,61 mm dan sampai saat ini jumlah yang sudah di kumpulkan dan di amankan 1.201 butir amunisi (masih aktif).

Atas penemuan munisi tersebut, Personel Satgas melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan.
“ Saya perintahkan personel yang di lokasi untuk lakukan penyisiran dan pendalaman untuk antisipasi apabila masih tersimpan ataupun masih ada sisa-sisa munisi lainnya ataupun bahan peledak yang masih tertanam. Untuk munisi tersebut masih kami amankan di Pos Satgas,” tutup Dansatgas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam