Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Capres-cawapres 01, Joko Widodo Dan Ma'ruf Amin Mendeklarasikan Kemenangan (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafian)
Dream - Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin mendeklarasikan kemenangannya di Kampung Deret Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Dalam pidatonya, Jokowi yang ditemani Ma'ruf bersyukur tidak ada konflik selama penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
" Kita ukur juga bahwa kita telah dewasa dalam menjaga perdamaian, dewasa dalam mengelola perbedaan-perbedaan, dan dewasa dalam menjaga dan memperkokoh persatuan," ujar Jokowi, Selasa 21 Mei 2019.
Tak lupa, dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan hak suaranya pada 17 April 2019.
Setelah dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada Oktober 2019, Jokowi berjanji akan menjadi pemimpin bagi semua pemilih.
" Setelah dilantik di bulan Oktober nanti, kami adalah presiden dan wapres seluruh rakyat Indonesia. Kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100 persen rakyat Indonesia," ucap dia.
Dia bertekad menjaga amanah dari rakyat Indonesia sebagai presiden dan wakil presiden dengan sebaik-baiknya.
" Kepercayaan dan amanat tersebut akan kami wujudkan ke dalam program-program pembangunan yang adil dan rata, untuk seluruh golongan dan seluruh lapisan masyarakat, di seluruh pelosok Tanah Air, Indonesia," kata dia.
Dream - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menolak hasil hitung suara pemilihan presiden 2019.
" Seperti yang pernah kami sampaikan di Hotel Sahid, kami pihak paslon 02 menolak, semua hasil penghitungan pilpres yang diumumkan oleh KPU pada 21 Mei 2019," ujar Prabowo, saat konferensi pers di Kertanegara, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.
Prabowo tidak menerima hasil perhitungan suara pemilihan presiden karena penghitungan bersumber pada kecurangan. Prabowo dan tim mengaku telah memberi kesempatan KPU untuk memperbaiki dugaan kecurangan.
" Namun hingga saat terakhir tidak ada upaya itu yang dilakukan KPU untuk memperbaiki proses tersebut," ucap dia.
" Untuk itu kami paslon 02 menolak semua hasil penghitungan suara pilpres 21 Mei 2019," ujar dia.
Prabowo mengatakan, akan menempuh upaya hukum sesuai konstitusi untuk menyelesaikan masalah ini.
Kepada para pendukungnya, dia meminta agar seluruh relawan, simpatisan, dan pendukungnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum dalam penyampaian pendapat di depan umum. Para pendukungnya diminta berdamai dengan berakhlak dan konstitusional. (ism)
Dream - Prabowo Subianto menyatakan menolak hasil rekapitulasi Pemilihan Presiden 2019 yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa 21 Mei 2019. Dia menilai waktu pengumuman hasil rekapitulasi itu sangat janggal.
" Izinkanlah saya atas nama pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia 02 dalam rangka pemilihan umum tahun 2019 ini untuk membacakan statement yang kami susun untuk menanggapi pengumuman KPU dinihari tadi, pagi ya, sekitar jam dua pagi, senyap-senyap begitu," kata Prabowo saat konferensi pers.
" Di saat orang sudah tidur, atau belum tidur sama sekali," tambah dia.
Prabowo mengatakan, berdasarkan paparan dugaan kecurangan yang telah dilakukan di Hotel Grand Sahid Jaya pada 14 Mei 2019, tim pasangan capres-cawapres nomor urut 02 tidak akan menerima hasil rekapitulasi KPU.
" Kami pihak pasangan calon 02 tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan," tutur dia.
Pihak paslon 02, tambah Prabowo, juga telah memberi kesempatan kepada KPU untuk memperbaiki seluruh proses penghitungan, sehingga benar-benar mencerminkan hasil pemilu yang jujur dan adil.
" Namun hingga pada saat terakhir tidak ada upaya yang dilakukan KPU untuk perbaiki proses tersebut," tambah Prabowo.
Oleh karena itu, kata Prabowo, seprti yang telah disampaikan dalam paparan kecurangan pemilu pada 14 Mei di Hotel Sahid Jaya, pasangan capres-cawapre 02 menolak semua hasil penghitungan pemilihan presiden yang diumumkan KPU hari ini.
" Disamping itu paslon 02 menilai pengumuman hasil rekap dilakukan pada waktu yang janggal, di luar kebiasaan," tambah dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya