Presiden Joko Widodo (Jokowi) Mempersiapkan Kebijakan Ekonomi Pancasila.
Dream - Presiden Joko Widodo mengungkapkan pemerintah berupaya keras mengubah wajah Indonesia di berbagai daerah perbatasan di Indonesia. Salah satunya dengan membangun sejumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu yang lebih baik.
Pembangunan ini dilakukan karena presiden mengaku sempat menemukan pos perbatasan yang lebih layak disebut kandang.
" Dua tahun yang lalu, pada bulan Desember, saat saya ke Entikong, yang namanya gedung imigrasi, gedung karantina, gedung bea cukai itu kayak kandang, betul-betul kayak kandang. Saya tidak menyampaikan kandang apa, tapi kayak kandang," kata Presiden saat menyampaikan pidato perayaan ulang tahun ke-44 PDIP di Jakarta, Selasa, 10 Januari 2016.
Dari hasil pengecekan ke lapangan tersebut, Presiden memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum untuk merenovasi sejumlah bangunan di pos perbatasan melalui PLBN Terpadu.
Usai berlalu dua tahun, Presiden menunjukan foto-foto terbaru kondisi PLBN di kawasan perbaikan yang sudah lebih baik. Dengan bangga, Jokowi menegaskan bangunan PLBN Terpadu milik Indonesia kini malah lebih baik 5 kali dibandingkan negara tetangga.
Tak hanya di Entikong, presiden juga memerintahkan perbaikan sejumlah pos perbatasan seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Atambua, Papua.
" Sekarang bisa dilihat di gambar. Dibandingkan negara yang di sebelah, saya jamin 3 kali lebih baik. Sekarang di Atambua, orang-orang disana (negara tetangga), fotonya di tempat kita," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, pembangunan pos perbatasan ini bukan hanya masalah gedung yang lebih baik. Presiden menganggap pos perbatasan yang lebih baik menyangkut masalah harga diri, kebanggaan, nasionalisme, dan martabat yang terus dikerjakan pemerintahannya.
© Dream
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah saat ini menyiapkan sebuah kebijakan ekonomi baru, yaitu kebijakan ekonomi Pancasila. Kebijakan ini akan segera disampaikan kepada masyarakat Indonesia.
Apa yang dimaksud kebijakan ekonomi Pancasila?
“ Kebijakan ekonomi Pancasila intinya adalah ekonomi yang berkeadilan, ada pemerataannya,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa 10 Januari 2017.
Dia mengatakan pemerataan menjadi poin utama karena pemerintah ingin pertumbuhan bisa dinikmati semua golongan. Jika tidak merata, pertumbuhan ekonomi tidak akan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Yang ada hanyalah segelintir orang yang menikmatinya.
“ Ini adalah sebuah hal yang sangat percuma,” kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Seperti apa wujudnya? Jokowi mengatakan kebijakan yang diambil pemerintah ini dimulai dengan membangun dari daerah pinggir, pulau terdepan, dan desa. Dikatakan bahwa pembangunan ini merupakan perwujudan dari ekonomi Pancasila yang kini dikerjakan pemerintah agar kesenjangan dapat dikurangi.
“ Dengan mendorong pemerataan sosial ekonomi, seluruh rakyat Indonesia akan merasa berdiri di Tanah Air yang sama, Indonesia. Seluruh rakyat akan merasakan hidup di rumah kebangsaan yang sama, Indonesia,” kata dia.