Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jonatan Christie (badmintonindonesia.org)
Dream - Kejutan besar terjadi di ajang BCA Indonesia Open Super Seires Premier (BIOSSP) 2016 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta. Pebulutangkis muda Jonatan Christie berhasil menundukan pemain andalan Tiongkok, Lin Dan.
Jonatan bahkan menghempaskan Lin Dan dalam dua game langsung dengan skor 21-12, 21-12.
“ Lin Dan adalah idola saya, dia kelasnya beda, saya masih dibawah. Dua kali juara olimpiade sudah membuktikan bahwa Lin Dan masih beda kelasnya sama saya,” kata Jonatan yang tak dapat menyembunyikan rona bahagia di wajahnya dikutip dari laman badmintonindonesia.org, Kamis, 2 Juni 2016..
Pada pertemuan sebelumnya di Singapore Open Super Series 2016, Jonatan ditaklukkan Lin dengan skor 13-21, 7-21. Dituturkan Jonatan, saat itu Lin tampil lebih siap dibanding sekarang, selain itu Lin sepertinya kurang cocok dengan shuttlecock yang dipakai di BIOSSP yang lajunya kencang.
Jonatan juga menduga lawannya tersebut tak nyaman dengan riuhnya Istora yang mengganggu konsentrasi.
Jonathan melaju ke babak kedua BIOSSP 2016 setelah menghentikan perlawanan Hsu Jen Hao asal Taiwan dalam dua set langsung, 21-12 dan 21-19. Kala itu, dia mengandalkan pola permainan menyerang diimbangi tempo cepat. Menurut dia, teknik itu membuat Hsu kewalahan.
Hsu sendiri mengaku Jonatan memiliki kemajuan dalam permainan. Dia membandingkan performa Jonatan dengan sejumlah pertandingan sebelumnya.
" Menghadapi Jonatan memang agak sulit, sebelumnya sudah dua kali bertemu dan Jonatan memang ada kemajuan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Jonatan adalah pemain muda, dia bermain dengan ritme yang sangat cepat dan bagus sekali," kata Hsu.
Pertandingan melawan Lin merupakan ajang bagi Jonatan untuk meraih tiket masuk ke babak perempat final BIOSSP 2016. Pertandingan itu juga menjadi kali kedua bagi Jonatan bertemu dengan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012.
" Sejak tanding di Piala Thomas, saya sudah melihat undian BIOSSP dan ada peluang bertemu Lin Dan. Target pribadi saya minimal mau menyamai pencapaian tahun lalu ke perempat final, saya ingin mengalahkan Lin Dan," kata dia.
" Mungkin saya akan diuntungkan dari dukungan penonton di Istora. Soal shuttlecock, mungkin Lin Dan juga tidak suka dengan shuttlecock yang lajunya cepat. Dia memang pemain matang, permainannya alot, tetapi dia tidak cepat-cepat menyerang, banyak mengangkat bola dulu," ucap Jonatan.
Sumber: badmintonindonesia.org
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya