BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi Brownies (metro.co.uk)
Dream - Seorang ibu di Amerika Serikat menjadi bulan-bulanan netizen karena telah menjual brownies dan sejumlah kue ke kantin sekolah. Kue itu menggunaan salah satu bahan yang tidak biasa, yaitu Air Susu Ibu (ASI) si penjual sendiri.
Awalnya tidak ada yang curiga dengan penampilan kue buatan ibu muda tersebut, yang namanya tidak disebutkan. Masalah baru muncul ketika para ibu wali murid menemukan keanehan di rasa kue itu.
Benar saja, para ibu tahu kue tersebut dibuat dengan ASI, bukan susu hewan. Mereka pun mendesak penjual kue untuk mengaku.
Akhirnya, ibu muda itu membuat pengakuan yang dia unggah di akun Facebook Sanctimommy. Di akun tersebut, ibu muda itu mengakui telah membuat dan menjual kue menggunakan ASInya di kantin sekolah, seperti dilaporkan Metro.
" Saya membuat kue dijual di sekolah yang mengandung ASI," tulis ibu muda itu.
© Dream
Dream - Si pembuat beralasan dia harus membagi waktu antara mengurus bayi dengan membuat kue. Sehingga, ibu muda itu tidak punya waktu belanja bahan.
" Saya tidak punya waktu pergi ke toko, dan berpikir itu (penggunaan ASI) bukan masalah besar (anak-anak memakannya dengan polos)," tulis dia.
Mungkin, anak-anak di sekolah itu memberi tahu ibu mereka. Alhasil, para ibu itu mengamuk.
" Salah satu ibu lain menyebarkan luaskan masalah ini. Saya tidak tahu harus bagaimana. Ada saran?" tulis wanita itu.
© Dream
Dream - Unggahan itu seketika viral dan mendapat kecaman dari netizen. Hanya dalam waktu setengah jam sejak diunggah awal pekan lalu, pernyataan ibu muda itu mendapat 200 komentar berisi amarah.
Seorang ibu yang marah menulis komentar dalam unggahan tersebut, " Jujur, perbuatan ini sangat dekat dengan pidana. ASI, seperti darah atau air mani, dapat membawa penyakit, untuk itulah layanan donasi ASI selalu menyaring susu sebelum diberikan kepada ibu maupun bayinya."
" Secara diam-diam memberi makanan yang tidak Anda masak dengan baik menggunakan cairan tubuh Anda sendiri merupakan gejala psikotik. Tunggu, itu sepenuhnya gejala psikotik," tulis ibu lainnya.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, memberikan susu yang tidak disaring pada bayi merupakan larangan. Para orangtua diwanti-wanti saat menerima donor ASI dari orang lain. (ism)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
