Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dimas Kanjeng Taat Pribadi (Foto: Planet.merdeka.com)
Dream - Masih ingat dengan Dimas Kanjeng Taat Pribadi? Pria asal Probolinggo, Jawa Timur, ini membuat gempar masyarakat karena mengaku bisa menggandakan uang. Video dan foto-fotonya dengan tumpukan uang menjadi viral.
Namun Dimas Kanjeng kemudian ditangkap polisi. Dia dituding telah menjadi otak pembunuhan pengikutnya. Setelah itu terungkap bahwa aksi penggandaan uang yang menghebohkan itu ternyata hanya tipuan belaka.
Pada Selasa, 1 Agustus 2017, Dimas Kanjeng divonis 18 tahun penjara oleh hakim. Dia dinyatakan terbukti menjadi otak pembunuhan pengikutnya, Abdul Ghani, di Padepokan Dimas Kanjeng, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Majelis Hakim yang dipimpin Basuki Wiyono menyatakan tindakan Dimas Kanjeng terbukti pelanggar Pasal 340 KUHP Jo pasal 55 KUHP tentang pembunuhan berencana.
© Dimas Kanjeng Taat Pribadi (Foto: planet.merdeka.com)
Atas putusan hakim tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun Dimas Kanjeng mengajukan banding. Jaksa menilai vonis itu terlalu ringan bila dibanding tuntutan pidana seumur hidup karena melanggar pasal 340 KUHP.
Sementara itu, Dimas Kanjeng langsung menyatakan banding atas vonis 18 tahun penjara itu. Penasihat hukum Dimas Kanjeng menganggap putusan hakim terlalu berat.
Banding yang diajukan oleh JPU dan Dimas Kanjeng ternyata tak membuahkan hasil. Kedua belah pihak pun kemudian mengajukan kasasi terkait vonis hakim dari PN Kraksaan dan juga putusan banding dari Pengadilan Tinggi Surabaya itu.
© Dimas Kanjeng Taat Pribadi (Foto: planet.merdeka.com)
Namun, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan oleh JPU dan Dimas Kanjeng dalam kasus pembunuhan Abdul Ghani. Putusan kasasi itu menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan dan putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya yang menjatuhkan vonis untuk Dimas Kanjeng 18 tahun penjara.
Dikutip dari website resmi Mahkamah Agung Republik Indonesia, pengajuan kasasi dari JPU dan Dimas Kanjeng ditolak. Dalam situs tersebut, tertulis amar putusan untuk perkara 104K/PID/2018, tolak.
Kasasi tersebut diajukan pada 6 Februari 2018 dan putusan hakim dikeluarkan pada 21 Februari 2018, namun proses keseluruhan detail putusan belum diunggah seluruhnya ke situs.
Atas putusan dari MA tersebut, maka Dimas Kanjeng harus menjalani masa hukumannya sesuai vonis yang telah dijatuhkan oleh Hakim PN Kraksaan, yakni 18 tahun penjara.
Sumber: planet.merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya