Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Para ahli astronomi dibuat bingung dengan kemunculan asteroid antar bintang asing di Tata Surya. Batu angkasa raksasa itu merupakan asteroid alien kedua yang masuk ke Tata Surya.
Sebelumnya sebuah asteroid antar bintang berbentuk cerutu yang disebut Oumuamua muncul pertama kali pada tahun lalu. Disebut dengan 2015 BZ509, asteroid antar bintang kedua ini memiliki keunikan tersendiri.
Menurut pengamatan ahli astronomi, asteroid antar bintang kedua ini berbagi orbit dengan Planet Jupiter.
Anehnya, asteroid ini mengorbit dalam gerakan mundur sambil mengitari Matahari bersama Planet Jupiter sejak tersedot ke Tata Surya.
Asteroid itu memiliki lebar 3,2 kilometer dan tersedot pada saat-saat pertama setelah sistem Tata Surya terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu.
Temuan asteroid antar bintang kedua ini telah diterbitkan dalam jurnal Royal Astronomical Society.
" Bagaimana asteroid itu bergerak dengan cara itu, ketika berbagi orbit dengan Planet Jupiter hingga kini masih menjadi misteri," kata Dr Fathi Namouni, penulis utama studi ini.
Menurut Namouni, jika 2015 BZ509 adalah asteroid asli Tata Surya, maka gerakan orbitnya seharusnya sama dengan semua planet dan asteroid dalam sistem kumpulan benda langit tersebut.
" Selain itu, asteroid ini seharusnya juga mewarisi awan gas dan debu yang membentuk kumpulan benda langit di Tata Surya," tambah Namouni.
Namouni menjelaskan, asteroid bisa melakukan imigrasi antar sistem bintang karena Matahari awalnya terbentuk dalam gugusan bintang yang sangat padat.
" Di mana setiap bintang dalam gugusan itu memiliki sistem planet dan asteroid sendiri-sendiri," ujar Dr Helena Morais, kolega Namouni dalam studi ini.
(ism, Sumber: Metro UK)
Baca Juga: Kesal Dikerjai Penjual Es Krim, Bocah Ngambek dan Kunyah Tisu Anti-Mainstream, 6 Inspirasi Desain Rumah Mungil Foto Rumah Mewah Ini Viral, Bisa Temukan Kejanggalannya? Takut Dirudal, Israel Bangun 'Jaring' Penangkal di Perbatasan Tantang Kesetiaan, Pegawai Diimingi Uang Pesangon Rp70 Juta
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya