Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Amazon Punya Cara Unik Untuk "mencegah" Karyawannya Mengundurkan Diri. (Foto: Shutterstock)
Dream – Amazon punya solusi untuk karyawan yang sudah tak mau bekerja lagi di perusahaannya. Raksasa e-commerce itu rela merogoh uang hingga ribuan dolar AS sebagai pesangon.
Tapi, perusahaan yang dirintis oleh Jeff Bezos ini punya satu syarat yang harus dipenuhi oleh karyawan yang bersangkutan. Mereka takkan pernah lagi melamar di perusahaan ini.
“Kami ingin orang-orang yang bekerja di Amazon, ingin berada di sini. Dalam jangka panjang, tinggal di suatu tempat yang tidak diinginkan itu tidak sehat bagi karyawan kami dan perusahaan,” kata juru bicara Amazon, Melanie Etches, kepada CNBC, Selasa 22 Mei 2018.
Etches mengatakan perusahaan menawarkan pesangon sebesar US$2 ribu (Rp28,34 juta) untuk karyawan yang telah bekerja penuh selama setahun. Tawarannya meningkat hingga US$1.000 (Rp14,17 juta) per tahun masa bekerja dengan penghasilan maksimal US$5 ribu (Rp70,84 juta).
Sekadar informasi, program ini bernama Pay to Quit dan pertama kali dibuat oleh distributor sepatu online, Zappos, pada 2009.
Zappos hanya memperpanjang penawaran kepada karyawan terbarunya dalam beberapa minggu pertama kerja dan bonus berhenti sebesar US$1.000 (Rp14,17 juta).
Amazon mengatakan mereka tidak ingin karyawan menerima penawaran tersebut. Bahkan, di headline memo, tertulis perkataan bos Amazon, Jeff Bezos, yang meminta karyawan untuk tidak mengambil penawaran ini.
“Tujuannya untuk mendorong orang-orang sejenak dan berpikir tentang apa yang benar-benar mereka inginkan,” kata dia.
Pakar karier, Michael Burchell, mengatakan sistem pay to quit tidak selalu mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras, tetapi juga menangani masalah komitmen untuk tinggal.
“Jika memilih untuk tidak mengambil uang dan tetap tinggal, itu berarti kamu berkomitmen untuk organisasi dan pekerjaan,” kata Burchell.(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
