Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemakaman Raja Arab Saudi Abdullah (www.itv.com)
Dream - Saat meninggal, raja-raja dan bangsawan Arab Saudi selalu dimakamkan dengan penuh kesederhanaan. Tidak ada upacara penghormatan atau iring-iringan ribuan pelayat mengantarkan ke makam.
Setelah disalati di masjid, jenazahnya dimakamkan secara sederhana tanpa batu nisan mewah bertuliskan namanya di sebuah pemakaman umum.
Begitu juga dengan proses pemakaman Raja Fahd, pendahulu Raja Abdullah yang juga baru meninggal Jumat dini hari 23 Januari 2014.
Raja Fahd meninggal pada 21 Agustus 2006 di Jeddah. Saat itu, Raja Fahd dimakamkan secara sederhana di pemakaman umum Al-Qud di Riyadh, sehari setelah ia meninggal dan dihadiri oleh pemimpin dunia.
Proses pemakaman sederhana Raja Fahd yang disiarkan secara langsung ke seluruh jaringan televisi di dunia itu ternyata meninggalkan kesan yang dalam bagi seorang pria di Italia.
Menurut laporan harian berbahasa Arab Al-Riyadh, pria itu sangat terkesan dengan kesederhanaan proses pemakaman seorang raja yang seharusnya dilaksanakan secara megah dan mewah.
Pria tak disebutkan namanya itu memeluk Islam setelah menyaksikan proses pemakaman Raja Fahd melalui televisi.
Menurut ulama Abdullah Al-Malik kesederhanaan pemakaman Raja Fahd telah meninggalkan efek dramatis bagi semua orang di dunia.
Saat pemakaman Raja Fahd, ada seorang rakyat biasa yang juga meninggal dan akan dimakamkan. Mereka akhirnya dimakamkan di pemakaman yang sama.
Kata Malik, kesetaraan dalam Islam inilah yang mungkin memberi dampak psikologis kepada seseorang non-muslim dan mendorongnya menjadi mualaf.
" Saya telah membaca beberapa buku Islam dan mendengar banyak kaset Islam selama beberapa tahun terakhir, mereka tidak bisa menggoyahkan saya. Tapi pemakaman raja sederhana mengguncang saya dan saya berubah pikiran," ujar Malik mengutip kata-kata si pria berusia 62 tahun itu.
Malik menambahkan media Islam kedepannya harus fokus pada kisah yang berhubungan dengan toleransi dan kesetaraan dalam rangka menarik lebih banyak orang kepada Islam.
(Sumber: Arab News)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya