Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Suka Ngeluh Soal Kehidupan? Malulah pada Kakek 105 Tahun Ini

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 26 April 2019 11:00
Suka Ngeluh Soal Kehidupan? Malulah pada Kakek 105 Tahun Ini
Kakek renta ini harus peras keringat banting tulang hingga larut malam. Dia tak ternah makan malam demi menyimpan uang.

Dream - Seorang kakek di Taipei, Taiwan, sukses membuat netizen menangis. Di usianya yang sudah mencapai 105 tahun, dia masih harus mencari nafkah.

Kakek tersebut terpaksa masih berjualan roti daging bukan karena ditelantarkan. Dia ingin membantu biaya pengobatan anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan.

Foto kakek itu viral setelah diunggah di Facebook. Menurut si pengunggah, kakek itu mengaku meninggalkan tempat tinggalnya di Shandong, China, dan menetap di Taipei demi mencari nafkah.

Dikutip dari World of Buzz, Jumat 26 April 2019, kakek itu kerap kembali ke kampung halaman. Belakangan, si kakek jarang bisa pulang kampung lantaran butuh biaya besar.

1 dari 2 halaman

Berjualan Hingga Malam

Untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan biaya pengobatan anaknya, kakek tersebut sampai berjualan di dua tempat.

Siang hari dia menjual roti daging di Jingmei dan pindah ke depan Stasiun Kereta Wanlong di sore hingga malam hari.

Banyak yang suka dengan roti yang dijual kakek ini. Sebab, ukurannya cukup besar dan mengandung bawang sehingga rasanya enak.

2 dari 2 halaman

Tidak Pernah Makan Malam

Si pemilik Facebook pernah mengamati keseharian kakek itu. Dia tahu si kakek tidak pernah makan malam.

Dia pun mencoba menawarkan si kakek ingin makan apa. Sayangnya, dia tidak mendapatkan jawaban karena pendengaran kakek itu telah melemah.

Di lain hari, dia juga melihat dagangan kakek itu masih banyak. Dia berharap ada orang yang tergerak membeli roti daging di kakek.

" Saya lihat masih banyak roti yang belum laku hingga larut malam. Banyak orang lalu lalang di terminal bus, mengapa tidak membeli sekantong roti untuk makan di rumah ketika Anda sedang menunggu bus, dan uang Anda sangat bernilai," tulis pemilik Facebook.

Beri Komentar