Kanada Beralih Dukung Resolusi PBB untuk Palestina

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 21 November 2019 12:02
Kanada Beralih Dukung Resolusi PBB untuk Palestina
Kanada mendukung solusi dua negara.

Dream - Pemerintah Justin Trudeau mendukung resolusi mendukung rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri di Majelis Umum PBB. Keputusan ini dianggap terobosan karena selama 10 tahun terakhir Kanada mendukung Isreal.

Kanada secara teratur memberikan suara menentang atau abstain pada resolusi yang mendukung Palestina. Termasuk resolusi penentuan nasib sendiri Palestina, kedaulatan atas sumber daya alam dan ilegalitas pemukiman Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Kanada Krystyna Dodd mengatakan, " Kanada berkomitmen untuk tujuan perdamaian yang komprehensif, adil dan abadi di Timur Tengah, termasuk penciptaan negara Palestina yang hidup berdampingan secara damai dan aman dengan Israel."

" Pada saat itu semakin terancam, penting bagi Kanada untuk menggarisbawahi komitmen tegas kami pada solusi dua negara," ucap dia.

Resolusi dua negara itu diajukan Palestina, Korea Utara, Zimbabwe dan lainnya dan untuk " penyelesaian damai yang adil, abadi dan komprehensif" atas konflik Israel-Palestina.

Penyelesaian itu secara eksplisit merujuk pada tanah yang diperebutkan antara kedua negara sebagai " Diduduki Wilayah Palestina."

Dilaporkan Middle East Monitor, pemungutan suara dilakukan setelah AS mengumumkan tidak lagi menganggap permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur ilegal.

Resolusi berjudul " Hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri" ditentang oleh Israel, AS, dan lima negara pulau Pasifik, diantaranya Kepulauan Marshall, Nauru, dan Negara Federasi Mikronesia.

Sebanyak 164 negara memberikan suara mendukung Palestina, termasuk Inggris dan Jerman.

1 dari 5 halaman

Kejam! Polisi Wanita Israel Tembak Pria Palestina untuk 'Senang-Senang'

Dream - Kebrutalan tentara dan polisi Israel terhadap warga Palestina bukan hanya sekali dua kali saja kita dengar. Kekejaman itu tidak juga berhenti meski mendapat kutukan banyak orang dari sekujur Bumi.

Terbaru, sebuah video polisi wanita Israel membuat geger karena menembak pria Palestina dari belakang. Laman Metro.co.uk menyebut alasannya penembakan ini hanya untuk senang-senang belaka.

Menurut laman asal Inggris itu, peristiwa yang trekam dalam video tersebut terjadi sekitar satu setengah tahun silam. Dalam video itu terdengar polisi wanita itu mengusir pria nahas tersebut dengan menggunakan bahasa Arab.

" Pergi dari sini," demikian teriak polisi wanita itu.

Media Israel Channel 13, sebagaimana dikutip The National, menyiarkan rekaman tersebut. Menurut laporan media itu, pria Palestina ini diminta kembali ke Tepi Barat, tepi Yerusalem.

Pria itu pun menuruti perintah itu, berjalan sambil mengangkat kedua tangan. Namun sekitar 20 detik kemudian, salah satu polisi wanita Israel menembaknya dari belakang, dari jarak yang dekat.

Channel 13 menyebut polisi wanita itu menggunakan peluru karet untuk menembak pria Palestina itu. Pelor ini jamak digunakan untuk pengendalian kerusuhan, namun bisa menyebabkan kematian bila ditembakkan dari jarak dekat.

2 dari 5 halaman

Menembak Tanpa Sebab

Juru Bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, mengatakan bahwa pria Palestina yang tertembak tidak mengalami cidera serius.

Pengadilan, tambah Rosenfeld, juga telah membuka hasil penyidikan insiden ini. Petugas polisi wanita itu dikabarkan telah dipecat.

Bahkan, polisi lain yang juga terlibat dalam insiden itu telah turun pangkat.

Sejak insiden itu, otoritas Palestina telah curiga terhadap tindakan Israel dan mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan.

3 dari 5 halaman

Indonesia Kutuk Kampanye Israel Caplok Tepi Barat Palestina

Dream - Indonesia mengutus upaya pencaplokan wilayah Tepi Barat Palestina yang dilakukan Israel. Pernyataan keras pemerintah itu disampaikan dalam Sidang Luar Biasa Tingkat Menteri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“ Indonesia memandang janji kampanye di Israel terkait aneksasi wilayah Tepi Barat Palestina sebagai tindakan yang tidak mengindahkan hukum internasional, dan bentuk nyata pelanggaran terhadap resolusi-resolusi PBB,” ujar Dirjen Kerja Sama Multilateral, Kementerian Luar Negeri, Febrian A. Ruddyard, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 16 September 2019.

OKI menggelar sidang luar biasa tingkat menteri, dua hari sebelum berlangsungya Pemilu di Israel. Pertemuan digelar untuk merespon pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu terkait rencana aneksasi atau pencaplokan Tepi Barat Palestina.

“ Resolusi DK PBB Nomor 2334 tahun 2016 secara jelas menyatakan bahwa perubahan terhadap garis batas tahun 1967 tidak diakui oleh DK PBB,” kata dia.

Indonesia mengharapkan, OKI dapat menyerukan kepada masyarakat internasional untuk dapat memberikan dukungan kepada Palestina dan tidak mengakui tindakan illegal Israel.

Febrian juga menyampaikan rencana aneksasi Israel sangat terkait dengan isu hukum dan kemanusiaan.

Proyek pembangunan pemukiman di wilayah Palestina merupakan salah satu kendala terhadap progres negosiasi, serta menyebabkan pelanggaran terhadap hak asasi masyarakat Palestina.

Pertemuan selama satu hari tersebut yang dihadiri delapan Menteri dari Negara OKI menghasilkan komunike bersama yang berisikan kecaman kepada Israel dan dukungan kepada rakyat Palestina.

4 dari 5 halaman

Raja Salman Kecam Tindakan Israel Caplok Tepi Barat Palestina

Dream - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, mengecam keinginan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang ingin mencaplok sebagian besar Tepi Barat seandainya terpilih kembali.

Dalam panggilan telepon dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Raja Salman mengatakan deklarasi Benjamin Netanyahu merupakan eskalasi yang sangat berbahaya terhadap rakyat Palestina.

Raja Salman menyebut, keinginan itu sebagai pelanggaran terhadap piagam PBB dan norma-norma internasional.

Dilaporkan Arab News, Abbas mengapresiasi perhatian Raja Salman. Sebab, kondisi itu dapat mengangkat perjuangan Palestina.

Abbas juga memuji sikap Kerajaan Arab Saudi yang konsisten dan tegas mendukung perjuangan rakyat Palestina di KTT dan forum regional dan internasional.

Kementerian Luar Negeri Palestina mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi kepada Israel dan meminta pertanggungjawaban atas pelanggaran berat hukum internasionalnya.

5 dari 5 halaman

Kabar Terbaru Pemuda Palestina Mahasiswa Harvard yang Ditolak Masuk AS

Dream - Ismail Ajjawi akhirnya bisa kuliah di Universitas Harvard. Sebelumnya, pemuda Palestina itu ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat.

Menurut laman CBS, Juru Bicara Universitas Harvard, Rachael Dane, mengatakan bahwa Ajjawi telah berada di kampus ternama dunia tersebut.

Pengacara Ajjawi mengatakan peristiwa yang dialami oleh kliennya sebagai "  kisah drama klasik dengan pengecualian unik di akhir ceritanya" . Dia berterima kasih ke Universitas Harvard dan organisasi non-laba AMIDEAST, Kedutaan Besar AS di Beirut, dan dukungan publikasi media internasional.

Ajjawi sempat tak diizinkan masuk ke Amerika Serikat oleh otoritas imigrasi Bandara Logan Boston. Pers mahasiswa Harvard, The Harvard Crimson, melaporkan, Ajjawi merupakan pemuda 17 tahun asal Palestina yang tinggal di Tyre, Lebanon.

  Ismail Ajjawi (Foto: CBS)Ismail Ajjawi (Foto: CBS) © CBS

Ismail Ajjawi (Foto: CBS)

Menurut laporan itu, Ajjawi ditahan selama delapan jam sebelum dipulangkan. Selama penahanan, Ajjawi dicecar pertanyaan, ponsel dan laptopnya yang terkunci dibuka dan data di dalamnya diperiksa.

Ajjawi kemudian dituduh `telah menentang kepentingan politik AS`. Dasar tuduhan itu berasal dari akun yang dia ikuti di media sosial. Setelah interogasi, visa Ajjawi dicabut dan dikirim pulang ke Lebanon.

Presiden Harvard, Lawrence Bacow, menulis surat terbuka ke Menteri Luar Negeri, Michael Pompeo dan Pejabat Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kevin McAleenan. Surat itu berisi keprihatinan atas kebijakan imigrasi AS dan pengaruhnya terhadap program akademik Harvard.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'