Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini
Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Kapolri Bersama Dewan Pertimbangan MUI (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, menghadiri rapat pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membahas sejumlah persoalan kekinian yang terjadi di Indonesia.
Tito mengatakan, persoalan yang menjadi kecemasan umat Islam saat ini adalah ketimpangan sosial akibat jarak kepemilikan modal. Banyak anggota MUI khawatir kerja sama ekonomi Indonesia dengan China dapat berakhir buruk.
" Negara harus realistis. Saat ini ada tiga kekuatan ekonomi yang sedang menguasai dunia, yaitu China, Korea Selatan, dan Jepang," kata Tito, di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa 21 Maret 2017.
Menurut dia, selama hampir 20 tahun, ekonomi China mengalami perkembangan pesat. Bahkan, dalam kurun waktu tersebut China telah menggeser Amerika Serikat sebagai negara pemimpin dunia.
Ketakutan mengenai eksodus tenaga kerja China ke Indonesia, tambah Tito, tak beralasan. Sebab, berdasarkan informasi yang dia dapat, jumlah tenaga kerja asal negeri Tirai Bambu itu hanya berjumlah 21 ribu
Jumlah itu muncul lantaran beberapa alasan. Menurut Tito, beberapa pengusaha yang ditemuinya memilih menggunakan tenaga kerja China ketimbang Indonesia karena alasan etos kerja.
" Proyek di Sultra, saya menemukan alasan tersebut," ucap dia.
Tito menjamin, jumlah itu tidak akan mengganggu perubahan sistem politik Indonesia. " Jumlah 21 ribu itu tak akan mengganggu sistem politik kita," kata dia.
Dia berharap, isu dan konflik kecil semacam itu tidak mengubah kondisi dan kerukunan warga masyarakat. " Makin heterogen, diversity, beragam potensi konfliknya makin tinggi," kata dia.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin, mengatakan dialog antara ulama dengan umara menjadi bentuk solusi atas masalah yang kerap muncul.
" Ini dialog dari hati ke hati, bukan hanya otak saja atau okol dengan okol," kata Din.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi