Kapolri: Polri Tidak Pernah Sebut Kivlan Zen Dalang Kerusuhan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 13 Juni 2019 15:30
Kapolri: Polri Tidak Pernah Sebut Kivlan Zen Dalang Kerusuhan
Kadiv Humas Polri tak menyebut Kivlan sebagai dalang kerusuhan, kata Tito.

Dream - Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, mengatakan, Polri tidak pernah menyebut Kivlan Zen sebagai dalang kerusuhan aksi 21 dan 22 Mei.

" Tolong dikoreksi, bahwa Polri tidak pernah mengatakan dalang kerusuhan itu adalah Pak Kivlan Zen, tidak pernah," ujar Tito di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.

Tito mengatakan, Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal saat konferensi pers pada Selasa, 11 Juni 2019 tidak menyebut Kivlan sebagai dalang kerusuhan.

Saat itu, Iqbal hanya menjelaskan mengenai kerusuhan aksi 21 dan 22 Mei 2019 itu terbagi menjadi dua segmen.

Segmen pertama dilakukan secara damai oleh massa. Sementara pada segmen ke dua pada malam hari, dilakukan oleh perusuh yang berusaha menyerang petugas.

" Tapi, tidak menyampaikan itu Pak Kivlan Zen," ucap dia.

 

1 dari 1 halaman

Peran Kivlan

Dalam konferensi pers pada 12 Juni 2019 itu, Kivlan Zen memang ditetapkan sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal.

Kivlan memerintahkan HK alias I untuk membeli senjata dengan memberikan uang Rp150 juta. Menurut polisi, uang yang diberikan Kivlan didapat dari Habil Marati dalam bentuk SGD 15.000.

Kelompok Kivlan Zen ini membeli senjata api untuk membunuh empat tokoh nasional yakni Menkopolhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol Budi Gunawan dan staf khusus presiden, Gories Mere serta satu ketua lembaga survei.

Menurut HK alias I, dalam sebuah video yang direkam penyidik, dia diperintahkan oleh Kivlan untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu ketua lembaga survei itu.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan delapan tersangka yaitu HK alias I, AZ, IR dan TJ, serta AD dan AF alias VV, Kivlan Zen (KZ) dan Habil Marati (HM).

Beri Komentar