Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Pria 25 tahun asal China harus dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit setelah dia kesulitan bernapas. Paru-parunya kolaps setelah pada malam hari sebelumnya dia karaokean di pesta ulang tahun teman dan menyanyi dengan nada tinggi.
Dikutip dari Oddity Central, media setempat melaporkan kasus aneh yang dialami Wang Zhe ddari Changsha, Provinsi Hunan. Dia mengalami cedera paru-paru serius lantaran mencoba menyanyi dengan suara melengking.
Wang dikabarkan menghadiri pesta ulang tahun seorang teman. Dia memutuskan untuk menyumbangkan lagu " New Drunken Concubine" , sebuah lagu yang terkenal dengan nada tinggi.
Saat mencapai bagian nada tinggi, Wang menunjukkan totalitasnya. Tiba-tiba, dia merasakan sakit di dada sehingga berhenti bernanyi.
Namun, rasa sakitnya dapat ditahan. Jadi dia tidak terlalu memperhatikannya.
Sampai hari berikutnya, dia baru merasakan kemalangan. Wang hampir tidak bisa bernapas ketiba bangun tidur.
Lantaran kondisinya yang serius, keluarga membawa dia ke rumah sakit. Dia memberi tahu dokter apa yang terjadi pada hari sebelumnya dan merasakan sakit di paru-paru kanannya sepanjang malam.
Hasil rontgen menunjukkan Wang menderita pneumotoraks, kondisi yang berpotensi mengancam jiwa. Kondisi tersebut membentuk gelembung udara antara paru-paru dan dinding dada.
Dokter menerangkan kepada Wang ketika berusaha keras untuk mencapai nada tinggi dia menggunakan begitu banyak kekuatan. Akibatnya, kantong udara di paru-paru kanannya pecah, menyebabkan kantong udara lebih besar dari 1 cm masuk ke dalam rongga dada.
Kantong udara itu secara bertahap menekan paru-paru. Sehingga organ pernapan Wang kehilangan 15 persen dari volume normalnya.
Wang harus menjalani bullectomy, prosedur invasif untuk menghilangkan penumpukan udara di rongga dadanya. Untungnya, dia sembuh total dan keluar dari Rumah Sakit Pusat Changsha.
Kedengarannya mengejutkan, menderita paru-paru yang kolaps karena karaoke bukanlah hal yang tidak pernah terdengar sebelumnya. Kasus serupa pernah terjadi beberapa tahun yang lalu.
Ada seorang pemuda yang mengalami pneumotoraks spontan. Dia mengalami kejadian tersebut saat melakukan senam pagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya