Kebaikan Hati Muslim Norwegia ke Tokoh Anti-Islam

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 25 Februari 2015 13:47
Kebaikan Hati Muslim Norwegia ke Tokoh Anti-Islam
"Muslim ingin membersihkan toko saya," Hermansen bercuit di Twitter.

Dream - Max Hermansen, ketua gerakan anti-Islam Patriotic Europeans Against the Islamization of the West (Pegida) di Norwegia, menolak keras bantuan komunitas Muslim untuk membersihkan jendela toko buku miliknya yang dipenuhi grafiti 'Nazi Swine' (Nazi Babi).

Penolakan untuk menjembatani kesenjangan pemahaman ini tentu disayangkan komunitas Muslim Norwegia.

" Saya tidak suka aksi simbolis seperti itu. Saya ingin ada kebijaksanaan integritas dan perlindungan pada komunitas kami," kata Hermansen kepada radio NRK, Local.no melaporkan dikutip OnIslam.net, Rabu 25 Februari 2015.

Hermansen merujuk pada aksi lebih dari 1.000 Muslim Norwegia yang membuat rantai manusia di sekitar sinagog di Oslo pada Sabtu pekan kemarin. Aksi ini  sebagai simbol perlindungan bagi komunitas Yahudi.

Hermansen, yang memimpin aksi berbaris Pegida di Oslo pada Januari lalu, mendapati jendela toko bukunya dipenuhi grafiti Sabtu pekan kemarin.

Meski grafiti itu tidak melibatkan Muslim, Thee Yezan dari solidaritas Islamophobia Awarenes Norwegia menawarkan bantuan kepada Hermansen melalui Facebook.

Dia kemudian minta teman-temannya untuk menyampaikan tawaran tersebut kepada Hermansen karena dia diblok di Facebook tokoh garis keras anti-Islam tersebut.

Saat diberitahu soal tawaran minum teh, pijat gratis dan membersihkan jendela tokonya, Hermansen malah menolak sambil menyinggung komunitas Muslim.

" Muslim ingin membersihkan toko saya," Hermansen bercuit di Twitter.

" Apakah mereka juga ingin berjaga selama jam buka sehingga umat Islam lainnya tidak melempar bom molotov?"

Yezan menegaskan tawarannya adalah itikad baik untuk menjembatani kesenjangan selama ini. " Kami percaya dia pasti sedih toko itu telah dirusak dengan cara ini," katanya.

" Kami ingin melakukan ini karena Hermansen begitu negatif terhadap umat Islam, dan kami ingin mengatakan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan Islam."

Norwegia menjadi rumah bagi Yahudi yang merupakan minoritas kecil di negara itu, bahkan salah satu yang terkecil di Eropa, yang berjumlah sekitar 1.000 jiwa.

Sementara populasi Muslim berada di kisaran 150 hingga 200 ribu dari 5,2 juta penduduk Norwegia.

Dukungan untuk imigrasi telah terus meningkat sejak pembunuhan membabi buta terhadap warga imigran oleh Behring Breivik pada 2011 lalu.

Menurut jajak pendapat akhir tahun lalu menemukan bahwa 77 persen orang berpikir imigran membuat kontribusi penting kepada masyarakat Norwegia.

Beri Komentar