Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Kebohongan tentu sesuatu yang terlarang dalam Islam. Dampak kebohongan sangat berbahaya.
Kerugian akibat kebohongan tidak hanya dirasakan oleh korban, melainkan juga pelakunya. Citra seseorang bisa jatuh karena kebohongan. Orang yang bersangkutan jadi kehilangan kepercayaan oleh masyarakat.
Meski demikian, ada sebagian kebohongan yang rupanya dibolehkan dalam Islam. Tentu kebohongan ini ada syaratnya.
Dikutip dari bincangsyariah, Imam Al Ghazali menyebut ada tiga kondisi yang menyebabkan berbohong dibolehkan dalam Islam. Hal ini seperti tertuang dalam hadis Rasulullah Muhammad SAW.
" Sesungguhnya Ummu Kultsum binti Uqbah Abi Mu'ith mendengar Rasulullah SAW berkata, 'Tidak ada kebohongan yang dapat mendamaikan dua orang (yang bertikai), kemudian ia berkata baik dan melebih-lebihkan kebaikan.' Ibnu Syihab berkata (dalam riwayat lain) dan aku belum pernah mendengar Nabi mentolerir kebohongan kecuali dalam tiga kondisi; pada saat perang, mendamaikan dua orang, dan perkataan suami kepada istri, atau sebaliknya."
Imam An Nawawi dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim menjelaskan tidak terdapat perselisihan mengenai tiga kondisi dibolehkannya berbohong seperti tertuang dalam hadis di atas. Sebab, ketiganya mengandung tujuan kemaslahatan.
Kondisi pertama yang disebutkan adalah perang. Saat berperang, tentu membutuhkan strategi agar lawan bisa dikalahkan. Tidak jarang pihak lawan terkecoh akibat tidak mengetahui strategi yang telah disusun.
Kondisi kedua yaitu saat mendamaikan dua orang yang sedang bertikai. Tentu harus dijalankan dengan cara yang patut.
Sedangkan kondisi ketiga, suami berbohong kepada istri maupun sebaliknya dengan maksud untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.
(ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya