Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hairunnisa, Qari Tuna Netra Asal Palu (kemenag.go.id)
Dream - Kampung halamannya hancur dirusak gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter dan Tsunami hebat. Musibah itu tak menyurutkan semangat Hairunnisa Makarau, 20 tahun, untuk menunjukkan kemampuannya di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-27 di Medan, Sumatera Utara.
Nisa merupakan penyandang tuna netra. Meski begitu, kemampuannya dalam melantunkan ayat suci Alquran patut diacungi jempol.
Dia menjadi peserta cabang Tilawah Alquran Golongan Tuna Netra dan merupakan wakil dari Provinsi Sulawesi Tengah. Dia bersyukur seluruh keluarga selamat dari bencana hebat yang melanda Palu dan sekitarnya pada Jumat 28 September 2018.
" Alhamdulillah, keluarga saya selamat," ujar Nisa, dikutip dari Kemenag.go.id, Selasa 9 Oktober 2018.
Ketika gempa terjadi, Nisa mengaku tidak berada di rumah bersama keluarganya. Dia harus menjalani karantina di Asrama Haji Palu untuk mengikuti gelaran MTQ Medan.
Meski demikian, dia juga merasakan hebatnya guncangan gempa yang membuat kampung halamannya luluh lantak.
Bungsu dari enam bersaudara ini berhasil menyelamatkan diri karena sudah hafal jalur menuju pintu keluar Asrama Haji Palu. Dia akhirnya mengungsi di depan lokasi karantinanya.
Meski kesedihan Nisa dan teman-temannya belum reda, mereka harus bertolak dari Palu menuju Medan untuk mengikuti ajang MTQ. Nisa bersama rombongan Kafilah Sulteng terbang dari Palu menuju Balikpapan dengan menumpang pesawat Hercules pada Kamis, 4 Oktober 2018.

Dari Balikpapan, mereka terbang menuju Surabaya untuk transit. Keesokan harinya, Kafilah Sulteng mendarat di Medan.
" Sampai saat ini saya masih trauma, apalagi di Medan ini saya menginap di hotel di lantai 5," ucap Nisa.
Namun demikian, semangat Nisa untuk berlomba tidak surut oleh bencana. MTQ Medan ini menjadi pengalaman pertama bagi Nisa.
Nisa pun mengaku bahagia bisa mengikuti momen pembukaan MTQ. Apalagi, Presiden Joko Widodo sampai mengajak semua hadirin memanjatkan doa bersama untuk masyarakat Palu dan sekitarnya yang menjadi korban gempa dan tsunami.
" Saya bersyukur, masyarakat Indonesia saling peduli, khususnya buat pemerintahnya," kata Nisa.

Tidak lupa, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang telah peduli dengan para korban bencana.
" Pak Presiden, terima kasih banget karena kepeduliannya pada masyarakat Kota Palu dan sekitarnya," tutur Nisa.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya