Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Mahmoud Abbas (kiri) Dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (sumber: Times Of Israel)
Dream - Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjabat tangan. Peristiwa bersejarah itu terjadi saat keduanya menghadiri pemakaman mantan Presiden Israel yang juga peraih Nobel Perdamaian 1994, Shimon Peres pada Jumat, 30 September 2016.
Jabat tangan dua negara yang sedang terlibat konflik itu sangat jarang terjadi. Terakhir kali, mereka bertemu pada 2015.
Pertemuan yang sangat jarang di negara yang saling berbatasan itu disebut oleh media-media barat 'jabat tangan lima tahun sekali'.
Saat keduanya bertemu pekan lalu, selain berjabat tangan, Abbas sempat menyapa Netanyahu.
" Lama sekali, lama sekali," kata Abbas di Yerusalem.
Netanyahu pun menyahuti 'lawan politik'-nya itu. Dia berkata, " Atas nama pribadi dan masyarakat, saya menghargai kedatangan ini."
Meski pertemuan tersebut terjalin ramah, ternyata sejak 2010 kedua petinggi negara Palestina-Israel tak lagi duduk berunding. Negosiasi keduanya membeku sejak 2014.
Menurut laman The Washington Post, pertemuan itu tidak berarti banyak bagi perundingan damai kedua negara. Mengutip surat kabar Israel Haaretz, " Belum jelas apakah acara tersebut akan membuka kesempatan kedua negara untuk bertemu secara resmi."
Netanyahu mengakui jabat tangan dengan Abbas hanya bersifat protokoler.
" Itu murni protokol, bukan rapat kerja," kata Netanyahu. " Jadi kami berjabat tangan, itu jelas. Kami tak berunding."
Reaksi yang nyaris sama juga dikeluarkan Abbas. Senyumnya dengan cepat berubah menjadi pertarungan politik yang keras.
" Sumber daya kami dirampas, pohon kami banyak yang tumbang, pertanian kami hancur," kata Abbas.
Dalam beberapa kasus, pemimpin Israel dan Abbas kerap mendatangi ajang konferensi tingkat dunia. Tetapi, mereka tak terlibat menjalin komunikasi politik. Pada Juni, misalnya, Abbas menolak untuk bertemu dengan Presiden Israel Reuven Rivlin di Brussels. Padahal, baik Abbas dan Rivlin berada di kota pada waktu yang sama.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya