Shimon Peres, Penggagas Perdamaian Israel-Palestina, Meninggal

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 28 September 2016 14:44
Shimon Peres, Penggagas Perdamaian Israel-Palestina, Meninggal
Peres meninggal di usia 93 tahun. Dia merupakan satu dari tiga tokoh penggagas perdamaian Israel-Palestina selain Yitzhak Rabin dan Yasser Arafat.

Dream - Salah satu dari tiga penggagas perdamaian Israel-Palestina, Shimon Peres, meninggal dunia. Dia meninggal pada usia 93 tahun hari ini, sekitar pukul 03.00 waktu Israel.

Peres merupakan politisi generasi pertama terakhir yang menyaksikan berdirinya Israel pada 1948. Dia pernah dua kali menjabat sebagai Perdana Menteri dan sekali sebagai Presiden Israel.

Dia meraih Nobel Perdamaian pada 1994 atas jasanya mengupayakan perdamaian dengan Palestina beberapa tahun sebelumnya. Peres menyebut Palestina merupakan tetangga terdekat dan bisa menjadi teman dekat.

Bersama Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin, dan Presiden Palestina, Yasser Arafat, Peres menandatangani perjanjian perdamaian Israel-Palestina di Oslo, Norwegia. Perjanjian tersebut kemudian dikenal dengan Perjanjian Oslo.

Peres mengawali karier sebagai anggota militer Haganah, yang merupakan cikal bakal dari Angkatan Bersenjata Israel. Dia menjabat sebagai kepala bagian pengadaan senjata.

Peres berhasil menjalin kerjasama dengan Prancis untuk memasok jet tempur Mirage untuk negara Israel yang baru berdiri. Dia juga membangun fasilitas pembangkit nuklir rahasia.

Usai mengadvokasi berdirinya pemukiman Yahudi di kawasan pendudukan Tepi Barat, Peres kemudian terkenal sebagai politisi perdamaian. Dia kerap berbicara pentingnya berkompromi terkait teritorial kekuasaan Israel di kawasan Palestina.

Di usianya yang sudah uzur, Peres terus mendorong adanya upaya perdamaian melalui organisasinya, Peres Centre for Peace. Dia pensiun dari jabatan presiden pada 2014.

Sumber: bbc.com

Beri Komentar