Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Shimon Peres (theguardian.com)
Dream - Salah satu dari tiga penggagas perdamaian Israel-Palestina, Shimon Peres, meninggal dunia. Dia meninggal pada usia 93 tahun hari ini, sekitar pukul 03.00 waktu Israel.
Peres merupakan politisi generasi pertama terakhir yang menyaksikan berdirinya Israel pada 1948. Dia pernah dua kali menjabat sebagai Perdana Menteri dan sekali sebagai Presiden Israel.
Dia meraih Nobel Perdamaian pada 1994 atas jasanya mengupayakan perdamaian dengan Palestina beberapa tahun sebelumnya. Peres menyebut Palestina merupakan tetangga terdekat dan bisa menjadi teman dekat.
Bersama Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin, dan Presiden Palestina, Yasser Arafat, Peres menandatangani perjanjian perdamaian Israel-Palestina di Oslo, Norwegia. Perjanjian tersebut kemudian dikenal dengan Perjanjian Oslo.
Peres mengawali karier sebagai anggota militer Haganah, yang merupakan cikal bakal dari Angkatan Bersenjata Israel. Dia menjabat sebagai kepala bagian pengadaan senjata.
Peres berhasil menjalin kerjasama dengan Prancis untuk memasok jet tempur Mirage untuk negara Israel yang baru berdiri. Dia juga membangun fasilitas pembangkit nuklir rahasia.
Usai mengadvokasi berdirinya pemukiman Yahudi di kawasan pendudukan Tepi Barat, Peres kemudian terkenal sebagai politisi perdamaian. Dia kerap berbicara pentingnya berkompromi terkait teritorial kekuasaan Israel di kawasan Palestina.
Di usianya yang sudah uzur, Peres terus mendorong adanya upaya perdamaian melalui organisasinya, Peres Centre for Peace. Dia pensiun dari jabatan presiden pada 2014.
Sumber: bbc.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya