Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sekda DKI Saefullah (Liputan6.com)
Dream - Keluarga Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, mengimbau sejumlah kolega almarhum untuk tidak mengirimkan karangan bunga. Keluarga menyarankan dana untuk karangan bunga tersebut disedekahkan.
Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mendapat amanah dari keluarga almarhum untuk menyampaikan pesan tersebut.
" Meneruskan amanah dari Ibu Hj. Rusmiati Saefullah, istri almarhum Pak Sekda (Saefullah), keluarga berpesan tidak perlu mengirim karangan bunga ke rumah duka," ujar Anies, dikutip dari Liputan6.com.
Anies mengatakan pihak keluarga Saefullah berharap uang untuk karangan bunga bisa dibagikan kepada yang membutuhkan. Sedekah tersebut diniatkan atas nama Saefullah.
" Keluarga menyampaikan harapan agar uang yang sedianya digunakan untuk karangan bunga lebih baik dijadikan sedekah dan diniatkan atas nama alamarhum Pak Sekda," kata dia.
Lebih lanjut, Anies meminta semua pihak meneruskan pesan ini. Agar menjadi perhatian bersama.
" Mohon disebarluaskan amanah pesan ini," kata Anies.
(Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat)
Dream - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Wisyastuti, menyatakan Sekretaris Daerah Povinsi DKI Jakarta, Saefullah meninggal dunia. Menurut dia, Saefullah mengalami shock sepsis irreversible akibat terinfeksi Covid-19.
" Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS, yaitu kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi Covid-19," ujar Widyastuti, dikutip dari Liputan6.com.
Kondisi tersebut, kata Widyastuti, menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki. Pertukaran oksigen secara memadai tidak dapat terjadi.
" Mari kita semua doakan agar Bapak Saefullah dilapangkan di sisi-Nya," ucap dia.
Saefullah sempat dirawat di RS MMC, Jakarta Selatan sejak 8 September 2020. Kemudian pada Minggu, 13 September, Saefullah dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto.
" Rencananya jenazah Saefullah dimakamkan dengan protokol Covid-19 di tanah pemakaman keluarga di Rorotan, Jakarta Utara," kata Widyastuti.
Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat
Dream - Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, meninggal dunia saat dalam perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto. Mendiang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.
Kabar meninggalnya Saefullah dibenarkan Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi.
" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, benar telah meninggal dunia Pak Sekda. Semoga amal perbuatannya diterima di sisi Allah. Beliau orang sangat baik," ujar Prasetio, dikutip dari Merdeka.com.
Prasetio mengatakan Saefullah meninggal siang tadi. " Sekitar pukul 12-an," kata Prasetio.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, menjalani perawatan intensif. Saefullah dinyatakan positif tertular Covid-19.
Kabar ini tersebar lewat pesan digital yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ditujukan untuk seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Anies meminta seluruh jajarannya untuk mendoakan kesembuhan Saefullah.
" Saya mengajak pada semua, pada seluruh jajaran dan keluarga untuk meluangkan waktu, benar-benar luangkan waktu bersama keluarga untuk mendoakan saudara kita, mendoakan Pak Sekda, Bapak Saefullah yang saat ini sedang dalam perawatan intensif melawan Covid-19," demikian bunyi pesan yang disampaikan Anies, dikutip dari Liputan6.com.
Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Naufal Firman Yusak, membenarkan keberadaan pesan tersebut.
" Benar, bantu doakan beliau segera pulih ya," kata Naufal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya