Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ruang Isolasi Pasien Covid-19 (Foto: Merdeka.com)
Dream - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu Jakarta, akan menambah kapasitas pelayanan pasien Covid-19 baik rawat inap maupun rawat jalan.
Hal ini dilakukan setelah RSUD Pasar Minggu ditunjuk sebagai salah satu RS rujukan Covid-19 oleh Pemprov DKI Jakarta.
Wakil Direktur Pelayana RSUD Pasar Minggu, Luzi Adriyanti mengatakan, saat ini RSUD Pasar Minggu memiliki kapasitas untuk perawatan pasien Covid-19 181 tempat tidur.
“ Ke depannya kita akan menambahkan lagi sekitar 45 tempat tidur untuk isolasi tekanan negatif,” kata Luzi, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 19 September 2020.
Hingga saat ini RSUD Pasar Minggu telah merawat 133 pasien dengan kapasitas tempat tidur tersedia 181 tempat tidur. Okupansi rumah sakit sudah terisi sebesar 73 persen.
Luzi tidak menampik ada peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang ditangani RSUD Pasar Minggu pada bulan Agustus dan September dengan jumlah mencapai 50 persen, baik itu pasien rawat inap maupun rawat jalan.
" Kalau kita melihat peningkatan jumlah pasien, memang pada bulan kemarin dan bulan ini itu terjadi peningkatan dari jumlah pasien yang dirawat," tutupnya.
Sementara itu, sejak kasus Covid-19 meningkat, RSUD Pasar Minggu tidak lagi melayani pasien non Covid-19, sesuai dengan SK dari Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
RSUD Pasar Minggu mulai memindahkan pasien non-Covid-19 ke sejumlah rumah sakit pendamping yang ada di area Jakarta Selatan, seperti RSUP Fatmawati, RS Pasar Rebo, RS Cilandak KKO Marinir dan RS Mayapada.
Luzi menyebutkan, total ada delapan pasien non-Covid-19 yang masih tersisa dirawat di RSUD Pasar Minggu, yang lainnya telah dipulangkan atau dialihkan ke rumah sakit pendamping.
Selain penambahan fasilitas, RSUD Pasar Minggu juga mendapat tambahan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan dan tenaga medis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, total jumlahnya 40 orang lebih.
" Kami mendapat bantuan dari Dinkes, ada relawan yang bertugas di rumah sakit kami ini. Dari berbagai profesi. Ada dokter, perawat, analis di lab, dan kemudian ada juga tenaga penunjang untuk radiologi," kata Luzi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jakarta Selatan Muhammad Helmi menyebutkan 14 rumah sakit dari 52 fasilitas kesehatan di wilayah Jakarta Selatan ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, salah satunya RSUD Pasar Minggu.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya