Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
China Kembangkan 4 Vaksin Covid-19, Dan Tersedia Akhir Tahun Ini.
Dream - Berbagai usaha dilakukan untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis SARS-CoV-2. Salah satunya dengan menciptakan vaksin.
Nah, kabar terbaru tentang vaksin Covid-19 tersebut datang dari China. Seorang pejabat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China mengatakan vaksin virus corona yang sedang dikembangkan di negara itu kemungkinan akan siap untuk digunakan oleh masyarakat umum pada awal November 2020.
Sejauh ini, China telah mengembangkan empat vaksin Covid-19, dan semuanya sudah masuk dalam tahap akhir uji klinis.
Tiga di antaranya bahkan sudah disuntikkan kepada para dokter dan perawat melalui program penggunaan darurat yang diluncurkan pada bulan Juli lalu.
Hasilnya, uji klinis fase terakhir ketiga vaksin Covid-19 itu berjalan lancar. Kepala CDC China, Guizhen Wu, mengatakan bahwa vaksin tersebut sudah siap untuk masyarakat umum pada bulan November atau Desember tahun ini.
Namun, Wu yang mengaku juga mendapat suntikan vaksin dan tidak mengalami gejala abnormal dalam beberapa bulan terakhir, tidak menjelaskan secara spesifik vaksin mana yang dia maksud.
Seperti diketahui perusahaan farmasi raksasa China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) dan Sinovac Biotech yang terdaftar di Amerika Serikat sedang mengembangkan tiga vaksin di bawah program penggunaan darurat negara bagian.
Sedangkan vaksin Covid-19 keempat yang sedang dikembangkan oleh CanSino Biologics juga telah disetujui untuk digunakan oleh militer China pada bulan Juni.
Sementara itu, Sinopharm mengatakan pada bulan Juli bahwa vaksinnya sudah siap untuk digunakan publik pada akhir tahun ini setelah selesainya uji coba Tahap 3.
Tidak hanya China, beberapa perusahaan farmasi internasional terus berlomba untuk membuat vaksin virus corona yang hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 925.000 orang.
Sumber: Channel News Asia
Dream - Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir memastikan vaksin Covid-19 yang akan diproduksi untuk masyarakat Indonesia akan tersertifikasi halal. Upaya tersebut dilakukan dengan mengirim pihak terkait untuk memastikan kehalalannya.
Diketahui pemeirntah telah mengirimkan tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk bekerja sama dengan perusahaan farmasi G42. Tim juga mengecek kehalalan dari vaksin yang diproduksi.
Selanjutnya BPOM dan tim dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan bertolak ke China pada Oktober 2020 mendatang.
" Kita juga pastikan vaksin ini halal dan sesuai standar kita," ujar Erick yang juga menjabat Menteri BUMN, dalam webinar, Selasa, 15 September 2020.
Menurut Erick, pihak dari MUI juga sempat hadir saat uji klinis ke-3 terhadap vaksin asal Sinovac di Bandung beberapa waktu lalu.
" Kemarin saya datang kepada Pak Wakil Presiden (KH Ma'aruf Amin), bahwa proses ini kita dukung dan kita jaga kehalalan vaksin," tambahnya.
Dalam laporannya kepada Wapres KH Ma’ruf Amin, Erick mengatakan Indonesia akan mendapat 30 juta dosis vaksin Covid-19 pada akhir tahun 2020 dan 300 juta dosis di tahun berikutnya. Vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama beberapa BUMN farmasi dengan lembaga dan instansi farmasi mancanegara. Salah satunya adalah kerja sama PT Bio Farma (Persero) dengan Sinovac Biotech dari Cina.
Sinovac telah menyampaikan komitmennya menyediakan 20 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini jika proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar. Selanjutnya, akan diproduksi hingga 250 juta dosis untuk Indonesia di tahun 2021.
Sementara dengan G42, PT Kimia Farma Tbk akan mendatangkan 10 juta dosis vaksin pada akhir 2020. Jumlah itu akan bertambah sebanyak 50 juta dosis dan kemungkinan diterima Indonesia pada akhir kuartal I-2021.
" InsyaAllah, akhir tahun ini ada 30 juta (vaksin) dan tahun depan ada 300 juta. Tetapi sebagai catatan, dari total kita dapatkan 330 juta mungkin 340 juta," tutur Erick.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya