Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Penelitian Vaksin Covid-19. (Foto: Pexels.com)
Dream - Baru-baru ini beredar kabar di media sosial yang menyebut seorang relawan justru terinfeksi dan berstatus positif setelah mendapat suntikan vaksin COVID-19 Sinovac dari China.
Selain di media sosial, kabar tersebut juga ditulis oleh situs geloranews.com pada 10 Septermber 2020 dengan judul " Waduh! Relawan yang Sudah Disuntik Vaksin China Kini Malah Positif Corona" .
Menurut situs tersebut, salah seorang subjek penelitian uji klinis vaksin corona di Bandung terkonfirmasi COVID-19.
Relawan tersebut terpapar COVID-19 sebelum menjalani penyuntikan tahap kedua. Penyebabnya, sang relawan sempat ke luar kota setelah dilakukan penyuntikan pertama.
Kabar ini tentu sangat mengkhawatirkan warga masyarakat yang sangat menantikan tersedianya vaksin untuk mengatasi virus corona penyebab COVID-19.
Namun yang menjadi pertanyaan, benarkah relawan uji klinis tersebut justru terjangkit COVID-19 karena disuntik vaksin?
Kabar yang menyebut tentang vaksin Sinovac yang justru membuat relawan terjangkit COVID-19 tersebut adalah salah.
Hal ini dijelaskan oleh Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac Kusnandi Rusmil, dalam berita ANTARA berjudul " Tim Riset Unpad pastikan terus pantau relawan vaksin positif COVID-19" .
Dalam artikel tersebut, Kusnandi menjelaskan kronologi seorang relawan yang diketahui positif COVID-19 itu diduga akibat berpergian ke luar kota.
Menurut Kusnandi, relawan itu sudah menempuh fase penyuntikan vaksin atau plasebo pertama dan kedua yang dilakukan tim riset Unpad.
" Karena ada riwayat ke luar kota, oleh petugas dilakukan pengambilan bahan dari apus hidung dan kemudian dikirimkan ke laboratorium BSL2 (Dinas Kesehatan) dengan hasil positif," kata Kusnandi.
Sementara laporan situs berita IDNTimes.com berjudul " Jalan-jalan di Semarang, Relawan Vaksin Sinovac Positif Kena COVID-19" , pada 10 September 2020, menyebutkan relawan uji klinis itu terpapar COVID-19 karena sempat pergi ke Semarang dan bukan karena penyuntikan vaksin.
Kusnandi mengatakan dalam penelitian vaksin saat ini, adalah hal wajar ketika terdapat relawan terpapar usai mendapatkan suntikan vaksin. Tim penguji tidak melarang relawan untuk melakukan aktivitas.
Oleh karena itu, Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac meminta para relawan untuk tetap mengutamakan protokol kesehatan COVID-19.
Sumber: AntaraNews
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya