Keluhan Penumpang Bertaruh Nyawa Terbang Dengan Lion Air

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 30 Desember 2015 11:54
Keluhan Penumpang Bertaruh Nyawa Terbang Dengan Lion Air
Pihak Lion Air membantah dan menyebut tidak ditemukan kerusakan yang berarti.

Dream - Maskapai penerbangan Lion Air kembali bermasalah. Kali ini terjadi pada pesawat pesawat rute Denpasar-Makassar.

Seorang penumpang pesawat tersebut menceritakan pengalaman buruknya lewat statusnya di akun Facebook Kartini Kongsyahyu. Cerita ini bermula saat dia terbang menggunakan maskapai ini pada Minggu malam, 27 Desember 2015.

Sesuai jadwal, pesawat tersebut seharusnya terbang dari Denpasar pukul 21.00 WITA. Tetapi, jadwal tersebut mengalami keterlambatan selama satu jam tanpa alasan yang jelas.

Usai satu jam, pihak Lion Air kembali mengumumkan keterlambatan kembali dengan alasan pesawat dibersihkan dan ternyata ada kerusakan, sehingga menunggu pesawat pengganti dari Yogyakarta atau Surabaya. Setelah delay sekitar tiga jam, pesawat yang ditumpangi pun akhirnya terbang pukul 00.00 WITA.

" Nah, saat lepas landas mulai terdengar suara aneh, suara gemuruh keras seperti bunyi 10 vacum cleaner atau 20 hair dryer dinyalakan bersamaan," tulis Kartini.

Dia sempat mengira bunyi tersebut berasal dari hujan. Namun, Kartini menjadi ragu karena kondisi langit dari balik jendela pesawat hanya sedikit berawan.

" Saya mulai tidak tenang dan curiga, selama saya traveling tidak pernah sekalipun saya mendengar suara ribut gemuruh seperti itu sebelumnya, firasat saya mengatakan ada yang salah. Dan ternyata benar, tidak lama kemudian keluar pengumuman dari awak pesawat kalau pesawat akan mendarat kembali di bandara Ngurah Rai karena alasan kerusakan teknis," tulis dia.

Sesampai di Denpasar, awak pesawat tidak memberikan keterangan apapun. Para penumpang diminta menunggu selama 20 menit sembari pesawat diperbaiki dan penerbangan akan dilanjutkan dengan pesawat lain.

Tetapi, Kartini yang terbang bersama suami dan anaknya memilih untuk turun pesawat meski sempat berdebat dengan seorang pramugara. Dia lalu terkaget melihat kendaraan milik SAR berada di dekat lokasi pesawat.

" Ternyata kerusakan yang terjadi di pintu depan pesawat yang tidak bisa tertutup rapat, itulah penyebab suara bising badai yang saya dengar sedari pesawat tinggal landas," kata Kartini.

Status ini terpajang di akun milik Kartini sejak tangga 28 Desember 2015. Dream sempat mengakses akun tersebut, tetapi sekitar pukul 10.50 WIB, status tersebut sudah dinyatakan tidak tersedia.

Terkait insiden ini, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait memberikan bantahan. Dia mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi dan tidak menemukan kerusakan fatal dalam pesawat tersebut.

" Penerbangan Denpasar-Makassar, pilot melihat ada lampu indikator pada kokpit menyala, dan didapati indikator tersebut pada pintu," ujar Edward kepada Dream, Rabu, 30 Desember 2015.

Mendapati kondisi tersebut, kata Edward, pilot memutuskan untuk kembali ke Denpasar dengan alasan keamanan. Setiba di Denpasar, Lion Air segera menjalankan investigasi baik kepada pilot, pramugari, serta pemeriksaan kondisi pesawat.

" Pramugari juga sudah bertindak sesuai prosedur, dan ini pramugari yang sudah lama terbang," ucap dia.

Sementara terkait kondisi pesawat, Edward memberikan penjelasan, tim teknis tidak menemukan kerusakan parah. Investigasi tersebut kemudian menyimpulkan insiden yang terjadi pada Minggu malam disebabkan tekanan udara sangat kuat.

" Namanya benda terkena tekanan kuat, membuat indikator menyala. Setelah selesai diperiksa, pesawat tersebut kembali terbang," tutur Edward.

1 dari 4 halaman

Temperatur Turun Drastis! Kabin Penumpang Lion Air Membeku

Dream - Pesawat Lion Air JT772 tujuan Jakarta-Makassar mengalami masalah pada sistem pendingin udara kabin penumpang. Temperatur udara kabin tiba-tiba turun drastis.

Awalnya, tidak terdapat keanehan ketika pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 21.00 WIB Senin, 21 Desember 2015 kemarin. Tetapi, para penumpang tiba-tiba merasakan keanehan lantaran suara mesin Air Conditioner (AC) mendadak menjadi nyaring.

Hal itu dibenarkan oleh Direktur Umum Lion Air Edward Sirait. Menurut dia, pesawat itu terpaksa mendarat di Surabaya untuk menjalani pemeriksaan.

" Itu kemarin malam, pesawat dari Cengkareng ke Makassar. Demi keselamatan, pilot mendarat di Surabaya," ujar Edward kepada Dream, Selasa, 22 Desember 2015.

Edward mengatakan, tim teknisi langsung menjalankan pemeriksaan terhadap kondisi pesawat.

" Setelah diperiksa sepertinya di dalam pesawat itu lembab. Penumpang kedinginan karena saking dinginnya. Terus lubang-lubang AC seperti membeku," kata dia.

Lebih lanjut, kata Edward, penerbangan lantas dilanjutkan menggunakan pesawat lain setelah tertunda beberapa lama. " Semua sudah mendarat di Makassar dengan selamat," kata Edward. (Ism) 

2 dari 4 halaman

Desahan di Kabin Pilot Lion Air, Ternyata Suara...

Dream - Maskapai penerbangan Lion Air akhirnya merilis hasil investigasi internal terhadap pengaduan penumpang pesawat Lion Air JT 990 rute Surabaya-Denpasar pada 14 November 2015 lalu. Berdasarkan investigasi intern tim Lion Air, ada empat poin penting yang diperoleh.

Menurut Direktur Umum Lion Air Edward Sirait salah satu poin dari hasil investigasi itu yaitu terdapatnya pelanggaran " prosedur announcement" . Kesalahan pengumuman itu dilakukan co-pilot saat hendak mengucapkan selamat ulang tahun kepada salah satu awak pesawat.

Adapun suara mendesah yang keluar dari pengeras suara, dirinya memaparkan suara itu bukanlah berasal tindakan tidak senonoh. Menurutnya, suara desahan itu ialah suara nafas dari co-pilot.

" Ketika co-pilot melakukan announcement, nafas dari co-pilot seperti tersengal-sengal (cara bicaranya memang seperti itu)," papar Edward dalam informasi tertulis yang diterima Dream, Rabu, 18 November 2015.

" Posisi mic pada saat itu terlalu dekat dengan bibir, sehingga pada saat menarik nafas atau pada saat mau berbicara terdengar seperti desahan," tambahnya.

Mengenai beredarnya kabar yang menyebutkan co-pilot tersebut mabuk, Edward tidak membenarkan. Menurutnya, co-pilot yang bertugas dalam keadaan sehat dan tidak terpengaruh narkoba.

Meski tak terbukti melakukan pelanggaran senonoh, pihak Lion Air tetap menjatuhkan hukuman kepada co-pilot tersebut. Hukuman yang dijatukan atas dasar kesalahan prosedur pengumuman.

" Atas pelanggaran prosedur announcement terkait dengan ucapan ulang tahun, maka Co Pilot telah diberikan sanksi berupa hukuman tidak boleh terbang (grounded)," pungkasnya. (Ism) 

 

3 dari 4 halaman

Layanan Tak Senonoh, Co-Pilot Lion Air Dilarang Terbang

Dream - Pihak maskapai penerbangan Lion Air terus memeriksa aduan dari penumpang pesawat berjenis JT 990 jurusan Surabaya-Denpasar pada 14 November 2015 lalu. Lion Air telah memeriksa co-pilot (sebelumnya ditulis pilot) yang bertugas saat itu.

" Investigasi internal terkait informasi tersebut saat ini sedang berjalan dan seluruh awak pesawat yang bertugas saat itu sedang kami mintai keterangannya," tulis Public Relation Manager Lion Air Group Andy M Saladin dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu, 18 November 2015.

Co-pilot yang belum diketahui identitasnya itu diberi sanksi. Yakni berupa larangan terbang sementara. Tujuannya, untuk mempermudah pengumpulan informasi. 

" Co-pilot yang bertugas pada saat itu telah kami grounded sampai dengan waktu yang tidak ditentukan untuk mempermudah pengumpulan informasi," paparnya.

Pihak Lion Air, menurut Andy, akan memberikan sanksi tegas kepada co-pilot JT 990 jika hasil investigasi internal benar dinyatakan bersalah.

Berita mengenai layanan tak senonoh di pesawat ini muncul dari seorang penumpang penerbangan pesawat JT 990 rute Surabaya - Denpasar bernama Lambertus Maengkom.

Dalam aduannya ke Dirjen Perhubungan Udara dia menyebut jika pesawat yang ditumpanginya menawarkan pramugari janda kepada penumpang sebagai kompensasi penundaan penerbangan " delay" . (Ism) 

4 dari 4 halaman

Delay Lion Air, Dari Ditabrak Burung sampai Blokade Landasan

Dream - Dunia penerbangan Indonesia kembali jadi sorotan. Setelah musibah kecelakaan yang menimpa AirAsia, kini para pengguna alat angkutan udara menghadapi persoalan serius.

Terhitung sejak Rabu, (18/2/2015), delapan maskapai penerbangan Lion Air mengalami keterlambatan waktu penerbangan (delay). Alhasil, ribuan calon penumpang mengamuk dan menuntut ganti rugi.

Kasus delay Lion Air bermula ketika pesawat dengan rute Jakarta-Surabaya terlambat bertolak hingga berjam-jam dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, 

Bahkan dikabarkan, rute penerbangan Lion Air menuju Makassar juga mengalami keterlambatan.

Kekesalan makin memuncak karena para penumpang juga tak bisa menemui petugas Lion Air di konter tiket. Tak hanya penumpang, pengelola Bandara Soetta, Angkasa Pura II ikut terkena getahnya.

Akibat keterlambatan ini, penumpukan penumpang di ruang boarding Terminal 1A, B, dan C Bandara Soetta membuat petugas kewalahan.

Selain pesawat rusak, isu penyebab delay pun mulai merebak. Staf Lapangan PT Angkasa Pura I Didik Kuntoro menyebutkan salah satu pesawat Lion Air jurusan Semarang-Jakarta mengalami insiden kecil akibat seekor burung yang menabrak baling-baling salah satu pesawat.

" Akibatnya, pesawat harus mendarat darurat di sini. Itu pesawatnya baru diperbaiki di sini," ungkap Didik Kuntoro seperti dikutip Dream.co.id dari Merdeka.com, Jumat, 20 Februari 2015.

Gun meredam amarah penumpang, manajemen Lion Air pun berjanji menginapkan para penumpang di sebuah hotel. Namun lagi-lagi, maskapai penerbangan yang memang terkenal sering delay ini kembali ingar janji.

Alhasil, para penumpang kembali mengamuk dan menyerbu menja petugas di terminal 1 Bandara Soetta.

Hingga pagi tadi, seluruh penerbangan maskapai Lion Air masih mengalami keterlambatan. Artinya, sudah sekitar tiga hari para penumpang tak terangkut.

Tak haya pihak otoritas Bandara, para pilot yang tergabung dalam Federasi Pilot Indonesia (FPI) juga ikut menyeliki delay terparah dalam industri penerbangan nasional.

Ketua FPI, Hasfriansyah mengaku tak habis pikir dengan sikap maskapai yang menelantarkan para penumpang. " Pilot Lion Air belum ada yang mengadu soal ini," katanya.

Hingga pagi tadi, Hasfriansyah mengaku terus mencoba menghubungi pilot Lion Air dan kantornya di Jakarta.

Upaya Hasfriansyah tak membuahkan hasil hingga hari ini. Menurutnya, hampir seluruh pilot Lion Air tutup mulut dengan penyebab delay tersebut. " Lagi pada tutup mulut semua," katanya.

Akhirnya, siang tadi manajemen Lion Air buka suara terkait kasus delay delapan penerbangannya.

Head of Corporate Secretary Lion Group, Captain Dwiyanto Ambarhidayat menjelaskan penyebab delay dikarenakan adanya tiga pesawat yang mengalami foreign object damage.Ketiga pesawat itu masing-masing satu unit berada di Semarang dan dua unit di Jakarta.

" Hal ini menyebabkan rentetan jadwal penerbangan Lion menjadi terganggu. Terlebih lagi rusaknya tiga pesawat tersebut tepat pada saat musim puncak libur tahun baru imlek," ujar Captain Dwiyanto.

Manajemen Lion berjanji akan tetap menjalankan amanat Peraturan Menteri nomor 77 mengenai ganti rugi penumpang. pihaknya juga telah memberikan pilihan untuk full refund.

Selama ini, ungkap Captain Dwiyanto, Lion Air mengalami sedikit kendala keterbatasan dana tunai di bandara dikarenakan bertepatan dengan hari libur.

Disinggung tudingan tak bertanggungjawab karena menelantarkan penumpang, manajemen Lion Air berdalih selama ini tidak pernah berdiam diri dan berusaha keras agar masalah ini bisa cepat diselesaikan.

" Saat ini kami sedang mengupayakan untuk mengirimkan enam pesawat cadangan, tetapi itu akan membutuhkan waktu untuk dokumentasi penerbangannya," katanya.

Meski telah ada keterangan resmi dari manajemen, toh amarah penumpang sudah memuncak. Ratusan penumpang yang sudah berada di dalam pesawat tiba-tiba turun dan menduduk landasan pesawat yang akan terbang.

" Tadi sempat penumpang Lion Air kira-kira ada 150 penumpang sudah sempat naik pesawat terus turun dan duduk-duduk untuk menguasai apron untuk menghambat penerbangan pesawat AirAsia," Kapolres Soekarno-Hatta, Kombes Pol CH Patoppoi.

Aksi pemblokiran itu berjalan sekitar dua jam setelah polisi berhasil mengamankan situasi dengan memindahkan para penumpang ke dalam terminal II Bandara Soetta. (Ism) 

Beri Komentar