Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Deasy Tuwo, 44 tahun, wanita ditemukan tewas di kolam berisi buaya di Ranowangko, Tombariri, Minahasa, Sulawesi Utara. Diduga, Deasy diterkam buaya peliharaan berukuran besar.
Dikutip dari Fajar Online, petugas kepolisian menemukan sejumlah petunjuk di lapangan. Namun demikian, terdapat sejumlah kejanggalan terkait peristiwa kematian Deasy.
Kejanggalan pertama, alas kaki yang biasa dipakai Deasy ditemukan jauh dari titik tewasnya korban. Mayat korban ditemukan di kolam kandang buaya.
Kejanggalan kedua, tiga saksi menyebut saat ditemukan, tubuh bagian atas korban tidak menggunakan pakaian. Padahal, sebagian tubuh korban masih dalam keadaan utuh.
Secara terpisah, Kapolsek Tombariri, Iptu Jantje Untu, mengatakan kepolisian berusaha memanggil pemilik tempat pemeliharaan buaya sekaligus bos Deasy, Mr. Ochiai. Tetapi, hingga saat ini belum membuahkan hasil.
Diketahui, wanita cantik itu bekerja di perusahaan pembibitan mutiara, CV Yosiki milik Ochiai yang merupakan Warga Negara Jepang.
Jantje mengatakan penyidikan masih difokuskan ke tiga objek yaitu pemilik perusahaan, pemilik hewan, dan pemilik lahan. Menurut dia, hal ini sesuai instruksi pimpinan.
" (Penyidikan) masih terus berproses, belum bisa kami simpulkan apakah benar-benar murni kecelakaan atau tidak, karena ada fakta-fakta baru di lapangan yang janggal," kata dia.
Sumber: Fajar Online.
Dream - Kisah tragis dialami oleh bocah laki-laki berusia 7 tahun, Rahmad Andika Saputra. Ia harus kehilangan nyawa saat terjadi banjir di daerahnya di di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Kisah pilu itu bermula dari meluapnya sungai yang ada di Desa Sontang. Sungai itu dikenal dihuni oleh buaya. Saat banjir, buaya naik ke daratan untuk mencari makan.
Ketika itu, korban sedang berada di teras rumahnya yang berbentuk panggung. Teras itu juga tergenang air banjir.
Nahas, dalam waktu bersamaan ada buaya lapar yang langsung menyeret putra dari Darman itu.
" Korban sempat hilang beberapa jam hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa," kata Kapolres Rokan Hulu, Ajun Komisaris Besar Hasyim Risahondua dikutip dari laman Liputan6.com, Jumat 16 November 2018.
Hasyim menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 9 pagi. Ketika itu, korban meminta izin mandi di teras depan rumah. Ibu korban pun mengizinkan sambil memantau buah hatinya itu.
Korban pun mulai masuk ke air, selang beberapa saat, muncul gelombang seolah ada sesuatu datang dari bawah air. Rupanya, gelombang itu berasal dari buaya yang siap memburu anaknya.
" Ibu korban lalu berteriak minta tolong ke suaminya. Pencarian dibantu warga tapi korban tak ditemukan," ucap dia.
Orangtua korban bersama warga langsung mencari korban yang diseret buaya. Hasyim berujar, berdasarkan kesaksian warga yang melihat, buaya itu memiliki panjang sekitar dua meter.
Sekitar pukul 1 siang, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan jarak 20 meter dari lokasi pertama hilang.
" Korban mengalami luka parah diduga akibat terkaman buaya. Korban sempat divisum, tapi keluarganya menolak dilakukan autopsi," kata Hasyim.
Hasyim mengimbau kepada seluruh orangtua agar melarang anaknya mandi di depan rumah. Karena, ketika banjir datang banyak buaya yang naik ke darat.
(Sumber: Liputan6.com/M Syukur)
Dream - Aksi liar buaya semakin mengerikan. Kali ini seekor buaya sepanjang 4 meter di Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran, Kutai Timur, Kalimantan Timur, diduga memangsa seorang manusia.
Kejadian mengerikan itu terjadi pada 27 Februari 2018 lalu, saat seekor buaya memangsa seorang pekerja perusahaan kelapa sawit.
Dikutip dari laman kaltim.prokal.co, korban bernama Andi Aso Erang merupakan warga Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran. Jasadnya ditemukan sudah tak bernyawa di Sungai Kebuyahan.
Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menjelaskan jasad korban baru ditemukan tiga hari usai kejadian atau pada Kamis, 1 Maret 2018.
Korban saat itu sempat.....
Kejadian itu bermula saat korban meminta izin kepada istrinya, Anisa akan pergi berkunjung ke tempat orangtuanya di Desa Marukangan.
Saat akan meninggalkan rumah, korban sempat mengatakan kepada istrinya akan mencari kerang di Sungai Kebuyahan.
Namun pada keesokan harinya, (Rabu, 28 Februari 2018) istri korban menemukan sepeda motor dan sepasang sandal milik Andi Aso di pinggir jalan dekat jembatan barak III PT Citra Palma Sejati (perusahaan sawit).
Sejak saat itu, keluarga dan warga sekitar mulai melakukan pencarian hingga sore. Namun tak menemukan hasil.
Hingga akhirnya, pada 1 Maret lalu jasad korban ditemukan sudah tak bernyawa
Baca selengkapnya di sini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya