Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Titi Wati (Prokal.com)
Dream - Titi Wati menjadi sorotan media nasional. Wanita yang tinggal di Jalan G Obos XXV, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ini menyedot perhatian lantaran ukuran tubuhnya yang tidak normal.
Berat badan Titi dinilai tidak wajar, 350 kilogram. Tubuhnya membesar hingga kesulitan untuk duduk. Sehingga, Titi hanya bisa tengkurap.
Saat ini, belum ada penjelasan medis terkait kondisi Titi yang mengalami obesitas akut. Kasus Titi ini juga menjadi perhatian serius di kalangan praktisi kesehatan.
Ada sekitar 6 dokter dari berbagai rumah sakit turun tangan menangani Titi. Saat ini, Titi berada dalam pantauan ketat medis sebelum dilakukan operasi.
Kepala Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Palangkaraya, I Nyoman Sri Yuliani, menjelaskan, secara teori apa yang terjadi pada Titi bisa dialami siapa saja. Menurut Sri, obesitas yang dialami Titi terjadi akibat terlalu banyaknya asupan kalori.
Sementara, aktivitas membakar kalori sangat sedikit. Sehingga terjadi kelebihan kalori yang kemudian menumpuk dan menjadi lemak.
Pemicu obesitas, kata Sri, ada banyak. Bisa karena pola makan yang salah, kurang aktivitas fisik, hingga faktor genetik seperti keturunan, gangguan hormon, atau karena sedang dalam terapi tertentu.
" Obesitas juga dipicu perubahan gaya hidup, asupan nutrisi yang semakin banyak dari makanan olahan atau diet dengan tinggi kalori," kata Sri, dikutip dari JPNN.
Penumpukan lemak tubuh, apalagi jika berlebihan, meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius seperti sakit jantung, diabetes atau hipertensi. Selain itu, obesitas juga dapat menimbulkan gangguan kualitas hidup maupun masalah kejiwaan seperti minder hingga depresi.
Obesitas perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak berbahaya pada tubuh. Caranya dengan mengubah pola makan dan memperbanyak aktivitas fisik juga perilaku dari penderitanya.
Penanganan kasus obesitas, menurut Sri, dilihat dari penyebabnya lebih dulu. Sehingga, tidak semata dengan memperbanyak aktivitas fisik.
Sementara, dalam kasus Titi, Sri belum dapat memberikan kesimpulan. Sebab, dia belum mengetahui penyebab tubuh Titi membesar.
" Dicurigai memang dari pola makan yang tidak teratur dan berlebihan," kata Sri.
Meski demikian, Sri menegaskan butuh pemeriksaan lebibih dulu untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari obesitas. Termasuk untuk menemukan kemungkinan adanya pemicu lain seperti kangker atau gangguan hormon.
Sri meragukan pengakuan Titi yang terbiasa minum air es. Sebab, air es murni tidak akan menimbulkan kegemukan.
" Kalau (air es) diberi gula baru bisa. Apalagi minumnya sampai lima gelas dan gorengannya berpuluh-puluh, itu bisa jadi obesitas," kata Titi.
Sumber: JPNN
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan