Kemenag Ingin Canangkan Gerakan Manasik Nasional

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 27 Juli 2016 10:28
Kemenag Ingin Canangkan Gerakan Manasik Nasional
Gerakan Manasik Haji dipercaya tidak hanya membekali pengetahuan calon jemaah, namun juga dapat dijadikan gaya hidup.

Dream - Manasik kerap dilakukan calon jemaah haji atau umrah untuk meningkatkan pengetahuan ibadah haji atau umrah. Selain fungsi tersebut, konon manasik dapat menjadi langkah untuk menjaga kebugaran tubuh dan pikiran.

Melihat manfaat yang diperoleh dari manasik, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) berinisiatif mendeklarasikan Gerakan Manasik Nasional.

Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis, menjelaskan Gerakan Manasik Nasional untuk mendorong agar manasik menjadi gaya hidup baru umat Muslim di Indonesia.

" Manasik itu sehat karena dalam gerakan manasik ada seni. Ada gerakan-gerakan olah tubuh terstruktur di dalamnya. Yoga saja bisa menjadi pilihan masyarakat untuk sehat, manasik juga bisa," kata Yanis, dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa, 26 Juli 2016.

Selain memberi pemahaman masyarakat mengenai fungsi menjaga tubuh, gerakan dalam manasik, kata Muhajirin, manasik juga dapat mempertebal keyakinan dan pengetahuan mengenai dunia Islam. Manasik, dia menambahkan, mengandung banyak filosofi untuk memberikan motivasi dalam hidup dan kepekaan lingkungan.

Dia berharap ide untuk mengembangkan gerakan manasik haji menjadi sebuah gerakan nasional juga mendapat dukungan dari organisasi masyarakat Islam serta lembaga atau kementerian terkait. Yanis yakin, jika ide itu berdiaspora dengan baik, maka akan menjadi tambahan pengetahuan dan kemampuan bagi jemaah calon haji.

" Insya Allah manasik go publik dapat dilakukan," kata dia.

Selama ini, bimbingan haji telah dilakukan sejak masa persiapan calon jemaah di Tanah Air. Bimbingan manasik haji biasanya dilakukan dengan format 8-2 dan 6-2. Maksudnya, delapan kali di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA) dan dua kali di kabupaten atau kota. Sedangkan khusus wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan format enam kali di KUA dan dua kali di kabupaten atau kota.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya