Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Eka Jusup Singka (kiri) (Foto: Kemkes.go.id)
Dream - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyediakan 70 ton obat-obatan untuk untuk para jemaah selama pelaksanaan ibadah haji 2018. Obat-obatan itu disiapkan untuk memastikan kesehatan para jemaah.
“ Semua penyakit-penyakit kami bawa obatnya, kami punya,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Eka Jusup Singka, dikutip Dream dari laman Kemenkes, Senin 9 Juli 2018.
Menurut Eka, dari 70 ton obat-obatan itu, yang paling banyak dibawa adalah obat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), obat batuk, flu, jantung, hipertensi, termasuk obat-obat untuk mengganti cairan karena suhu panas di Arab Saudi.
Sementara itu, penyakit yang paling dikhawatirkan pada pelaksanaan haji tahun ini ialah heatstroke. Eka mengatakan, penyakit tersebut kemungkinan terjadi karena suhu yang tinggi.
“ Cuaca panas tahun lalu 53 derajat Celcius. Tahun ini kemungkinan sama,” kata Eka. Mers-CoV juga menjadi perhatian khusus.
Eka menyebut, penyakit yang paling banyak terjadi pada pelaksanaan haji tahun lalu yaitu batuk-batuk, ISPA, flu dengan pasien rawat jalan.
Selain itu, ada pula pasien rawat inap dengan penyakit gangguan pernapasan, seperti pneumonia. Sementara untuk penyakit yang banyak menyebabkan jemaah meninggal adalah jantung dan ISPA.
Tim Kemenkes, tambah Eka, akan mewaspadai penyakit-penyakit tersebut selama pelaksanaan haji tahun ini. Selain 70 ton obat, Kemenkes juga menyiagakan dokter umum, dokter spesialis, dan tim kesehatan.
“ Kami menyiapkan dokter jantung 5 orang, dokter jiwa 6 orang, dokter paru 6 orang, dokter spesialis penerbangan 1 orang, dokter bedah 2 orang, anestesi 2 orang, dan dokter umum banyak, ditambah tim promotif, preventif, dan tim gerak cepat,” ucap Eka.
Bagi jemaah haji yang sakit, Kemenkes telah mengaturnya melalui kerja sama antara ketua regu, dan ketua rombongan. Ketua regu akan dimanfaatkan sebagai agen kesehatan supaya bisa menasehati jemaah agar menjaga kesehetan dan memahami kondisi tubuhnya masing-masing.
“ Kita sama-sama bekerja keras bagaimana melayani dengan baik. Jadi (kepada jemah haji) jangan melakukan kegiatan yang tidak penting jadi fokus saja ibadah,” tegas Eka.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya