Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peristiwa Penjambretan Yang Menewaskan Warsilah (Foto: Istimewa)
Dream - Pelaku penjambretan dan pembunuhan, Warsilah, penumpang ojek online (Ojol) di Jalan Jenderal Ahmad Yani Cempaka Putih, Jakarta menyerahkan diri pada Minggu, 8 Juli 2018.
Peristiwa penjambretan yang dialami Warsinah sempat terekam CCTV dan viral di media sosial.
Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian mengatakan, pelaku bernama Sandi Haryanto ternyata sudah melakukan penjambret sebanyak 8 kali.
" Dari 8 kali kejadian semua yang diambil handphone dan tas," ujar Aire di Jakarta, Senin 9 Juli 2018.
Arie menjelaskan, untuk menjalankan aksinya, Sandi terbiasa melakukannya secara mandiri. " Sejauh ini dia sendiri. Single fighter," ucap dia.
Sebelum menjambret Warsilah, Sandi terlebih dulu memantau calon korbannya dari persimpangan Rawasari, Jakarta Pusat. Saat penjambretan terjadi, Warsilah terlempar hingga tewas lantaran terpental dari atas motor
Berdasarkan keterangan polisi, sejak lebaran, total pelaku sudah menjambret uang sebesar Rp500 ribu.
Atas perbuatannya itu, Sandi terancam Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
© Dream
Sandi mengaku dirinya merasa dihantui perasaan bersalah selama prose pelariannya. Dia semakin gelisah ketika mengetahui korban yang dijambret tewas dan viral di media online.
" Selang tiga hari perasaan saya jadi nggak senang, saya merasa bersalah. Bawaannya gelisah," katanya.
Perasaan Sandi selama pelarian semakin tak karuan tatkala wajah korban yang tewas membentur aspal di Cemapak Putih kerap terbayang.
" Saya tujuh hari wara-wari di jalan. Saya bingung saya mau ke mana. Saya di bayang-bayang wajah korban. Perasaan jadi takut dan gelisah," ungkap dia.
Dari pengakuannya selama tujuh kali menjambret, belum ada satupun korbannya yang meninggal dunia.
" Yang ini tewas karena terjatuh mempertahankan barangnya. Dan saya baru tahu korban tewas tiga hari setelahnya," ujar Sandi.
© Dream
Akhirnya Sandi memutuskan menemui pamannya pada MInggu, 8 Juli 2018 untuk menceritakan kegelisahan sekaligus meminta dicarikan solusinya.
" Saya cerita dengan sejujurnya kali ini saya punya masalah," terang dia.
Usai bercerita panjang. Sandi meminta diantar ke kantor polisi terdekat.
" Saya bilang, tolong antarkan saya ke kantor polisi terdekat karena saya punya masalah seperti ini akhirnya beliau mau mengantarkan saya," tandas Sandi.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya