Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dr Avanti Fontana, Dosen Dan Fasilitator Strategi Dan Manajemen Inovasi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia Memberikan Pemaparan Dalam Dialog Produktif Bertema Berinovasi Dan Optimis Meningkatkan Usaha Di Masa Pendemi Di Jakarta (6/11/2020).
Di tengah situasi pandemi COVID-19, ketidakpastian menjadi hal yang niscaya. Tetapi entrepreneur sejati akan dapat melihat peluang, menciptakan ide dan menghasilkan produk yang solutif.
Menghasilkan sesuatu yang inovatif pun tak serta merta muncul begitu saja. Pengusaha yang kreatif harus bisa melihat peluang yang dapat menghasilkan manfaat untuk menyelesaikan masalah.
"Peluang itu diciptakan, peluang menyelesaikan masalah. Peluang inovasi diciptakan karena empati kita dengan lingkungan sekitar. Apalagi di situasi seperti pandemi seperti ini," ujar Dr. Avanti Fontana.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia tersebut menjadi narasumber dalam forum Dialog Produktif dengan tema 'Berinovasi dan Optimis Meningkatkan Usaha di Masa Pandemi' di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (6/11/2020).
Salah satu entrepreneur yang berhasil menciptakan inovasi yang bermanfaat di masa pandemi ini adalah Doddy Lukito, sebagai co-founder Halodoc. Platform digital penyedia jasa kesehatan ini berhasil menjaring lebih dari 18 juta pengguna aktif, dengan 20 ribu dokter dan 5000 fasilitas kesehatan yang terlibat di dalamnya.
Keberhasilan ini tak lepas dari kejelian Doddy melihat perubahan perilaku masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di masa pandemi. "Kita hidup dari problem para user kita. Kita dengarkan, kita analisa, kita buat solusinya, kita terus pantau hasilnya, kita harus adjust terus. Kita berusaha melakukan engagement lebih banyak ke para pasien kita," jelas Doddy dalam forum yang sama.
Menurut Dr. Avanti, inovasi adalah keberhasilan secara sosial dan ekonomi karena diperkenalkannya cara baru atau modifikasi signifikan dari cara lama dalam mengubah input menjadi output. Input yang dimaksud di sini adalah peluang yang terlihat, sedangkan output adalah produk kreatif dari hasil inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat secara sosial dan ekonomi.
Penulis: Kiwantoro
Editor: Raihan Lubis (RL)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya