Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo
Dream - Delapan bulan sudah Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Namun, Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia sangat beruntung karena punya sifat optimis sehingga tidak menyerah saat dibekap pandemi.
" Kita beruntung mewarisi sikap optimistis dan pantang menyerah bangsa kita yang terbentuk dari tantangan alam dan kondisi geografis Nusantara," ujar Jokowi di Instagram @jokowi.
Jokowi mengatakan, nenek moyang Indonesia mewariskan semangat untuk bersahabat dengan tantangan. Juga menjaga harmoni dengan alam serta membangun kebudayaan berdasarkan nilai-nilai keutamaan.
" Saat pandemi datang, memori budaya masyarakat tangguh bencana kembali hidup," kata Jokowi.
Masyarakat, menurut Jokowi, terus memupuk solidaritas, gotong royong, dan mendukung langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi pandemi. Selain itu, berusaha membuat inovasi dengan menghidupkan tradisi khususnya dalam menghadapi wabah.
" Masyarakat kembali berupaya menghidupkan kearifan lokal seperti mengangkat lagi jamu-jamu tradisional untuk meningkatkan imunitas tubuh, dan sebagainya," ucap dia.
Jokowi mengajak masyarakat untuk terus berkarya dengan mematuhi protokol kesehatan. Juga menggalakkan kembali kearifan lokal.
" Mari terus menggali kearifan lokal untuk memperkuat kemampuan kita dalam menghadapi bencana," kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Umat Islam Indonesia kini kembali bisa melaksanakan umroh setelah ditutup oleh Pemerintah Arab Saudi akibat pandemi Covid-19. Mulai tanggal 1 November 2020 lalu, jemaah umroh Indonesia berangsur-angsur terbang ke Tanah Suci.
Terkait hal itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Eka Jusup Singka, mengimbau jemaah Indonesia untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Imbauan ini ditujukan untuk para jemaah yang sudah berangkat maupun berencana melaksanakan umroh di masa pandemi Covid-19.
" Jemaah agar selalu mematuhi protokol kesehatan yang ada, selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," ujar Eka.
Otoritas Saudi menerapkan pembatasan jumlah jemaah yang boleh menjalankan umroh. Ini dimaksudkan agar para jemaah dapat menjaga jarak ketika melaksanakan seluruh ritual ibadah.
Namun demikian, Eka meminta jemaah untuk benar-benar menjaga jarak dan mengindari kerumunan. Sebab selain agenda umroh, biasanya terdapat jadwal lain di luar ibadah yaitu berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Saudi.
Kondisi ini tidak menutup kemungkinan bakal terjadi kerumunan orang lintas negara. Eka pun meminta jemaah mengindari kerumunan dan sebisa mungkin tidak ke peternakan unta.
" Hindari melakukan kegiatan yang tidak perlu. Sebisa mungkin hindari kerumunan orang dan jangan mengunjungi peternakan unta," kata Eka.
Lebih lanjut, Eka kembali mengingatkan agar jemaah umroh Indonesia selalu menerapkan perilaku hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi. Sehingga imunitas dapat terjaga dan terhindar dari penyakit tidak hanya Covid-19 namun juga MERS-CoV yang pernah melanda Saudi.
Penyelenggara umroh, kata Eka, diharapkan bertanggung jawab akan aspek keselamatan dan kesehatan jemaahnya. PPIU wajib mengingatkan para jemaah untuk patuh terhadap semua ketentuan kesehatan yang ditetapkan otoritas Saudi.
Apabila protokol kesehatan dilanggar bakal berisiko meningkatkan jumlah kasus Covid-19 dari jemaah umroh di Saudi. Sebisa mungkin jangan sampai abainya penyelenggara dan jemaah terhadap protokol kesehatan dapat menambah kasus positif dan memunculkan klaster baru, dikutip dari Kemkes.go.id
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya