Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Donald Trump (Foto: Shutterstock)
Dream - Donald Trump menolak hasil pemilihan presiden Amerika Serikat yang memenangkan calon Partai Demokrat, Joe Biden.
Trump mengatakan, Biden terlalu cepat mengaku menang setelah sejumlah stasiun televisi dan media arus utama mendeklarasikan kemenangan Partai Demokrat.
Sejumlah media di AS menyebut Biden memenangkan pilpres setelah meraih 284 electoral vote, sementara Trump meraih 214.
" Kita semua tahu kenapa Joe Biden bergegas secara keliru mengaku sebagai pemenang, dan mengapa sekutu medianya berusaha keras membantunya: mereka tak mau kebenaran diungkapkan," kata Trump, dikutip dari Times of Israel, Senin 9 November 2020.
" Fakta sederhananya pemilihan ini jauh dari selesai."
Trump, yang sedang bermain golf di Virginia pada saat media mengumumkan kemenangan Biden, menggarisbawahi negara-negara bagian belum mengesahkan hasilnya, dan tim kampanyenya akan mengajukan sejumlah gugatan hukum.
" Joe Biden belum disahkan sebagai pemenang di negara bagian manapun, apalagi negara bagian yang sangat diperebutkan menuju penghitungan ulang wajib, atau negara bagian di mana tim kampanye kami mengajukan gugatan hukum yang valid dan sah yang dapat menentukan pemenang akhir," jelasnya.
" Mulai Senin, tim kampanye kami akan mulai mengajukan gugatan kasus kami di pengadilan untuk memastikan undang-undang pemilu ditegakkan sepenuhnya dan pemenang yang sah ditetapkan."
Pada Sabtu pagi, Trump juga mengklaim menang pilpres sebelum meninggalkan Gedung Putih untuk bermain golf.
" SAYA MEMENANGKAN PEMILIHAN INI, MENANG BANYAK!" tulisnya di Twitter.
Trump juga menuding adanya kecurangan. Dalam serangkaian kicauannya di Twitter, Trump mengklaim mendapatkan 71 juta suara sah dan itu merupakan perolehan suara terbanyak yang pernah diraih presiden yang tengah menjabat.

Setelah media mengumumkan Biden pemenang pilpres, Biden mengeluarkan pernyataan dan menyampaikan pidato kemenangan bersama wakil presiden terpilih Kamala Harris di Wilmington, Delaware, kampung halaman Biden.
" Amerika, saya merasa terhormat kalian telah memilih saya untuk memimpin negara hebat kita," kata Biden dalam sebuah pernyataan.
" Tugas di depan kita akan berat, tapi saya berjanji ini pada kalian: Saya akan menjadi presiden untuk seluruh rakyat Amerika - apakah Anda memilih saya atau tidak. Saya akan menjaga kepercayaan yang telah kalian berikan pada saya."
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang