Keindahan Masjid Ini Bikin Menteri Susi Kepincut

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 14 Maret 2019 10:00
Keindahan Masjid Ini Bikin Menteri Susi Kepincut
Susi begitu menikmati berada di Masjid Agung Syeikh Zayed.

Dream - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dikenal sebagai wanita tangguh. Karakter maskulin cukup kuat melekat pada diri Susi.

Dia menyukai olahraga ekstrem seperti kayak dan menyelam. Tidak jarang pula, Susi terlihat macho dengan motor laki.

Di balik kesan itu, Susi rupanya tidak kehilangan sisi feminin. Tidak jarang pula dia terpesona ketika melihat keindahan dan kecantikan.

Seperti ketika sedang dalam lawatan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dia terkesima dengan cantiknya bangunan Masjid Agung Syeikh Zayed yang menjadi ikon kota itu.

"Di tengah jadwal kegiatan, saya menyempatkan untuk mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed yang begitu indah dan megah. Masjid terindah mana yang sudah kamu kunjungi?" tulis Susi di akun instagramnya, @susipudjiastuti115.

Susi pun terlihat anggun dalam balutan gaun lengan panjang bernuansa biru. Hijab merah bermotif makin membuat penampilannya menarik.

Susi pun mendapat banyak pujian dari netizen.

"Ibuuu tetep ketceh dalam setiap situasi akumah syukaaa," tulis @nyimas_dian_gayatri.

"MasyaAllah cantik nya....smg bs segera sholat di sana...Aamiin," tulis @riska_tania0303.

"Mesjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi emang megah sekali, untk turis jg tidak dipungut biaya masuk. Apa lagi dalemnya membuat terpesona," tulis @kiki_robert.

"Megah & Indah semoga suatu hari saya bisa berkunjung keMasjid Agung Sheikh Zayed Aamiin," tulis @rosnamuin.

1 dari 3 halaman

Menteri Susi: Jangan Tiru Saya, Kalian Harus Sekolah Tinggi

Dream – Susi Pudjiastuti memboyong 3.000 buku ke Tanjung Lesung, Banten. Menteri Kelautan dan Perikanan ini ingin membangun perpustakaan di sana. Sebab, sekolah dan buku-buku pelajaran di Tanjung Lesung telah raib tersapu tsunami.

“ Nanti bukunya saya akan bawa dengan kapal saya. Saya akan kasih kepada bantuan di Selat Sunda, Pandeglang, dan Tanjung Lesung. Saya mau buat perpustakan di sana,” kata Susi dalam acara Big Bad Wolf di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis 28 Februari 2019.

Susi merasa senang dengan acara bazar buku. Dia berharap bazar ini bisa meningkatkan literasi Indonesia meningkat dan anak-anak Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju.

“ Ini bisa jadi pelajaran untuk kita semua,” kata dia.

Susi mengatakan, dirinya memang lulusan SMA. Namun, pendiri Susi Air ini bisa menjadi menteri. Kuncinya, banyak membaca, sehingga bisa pintar seperti orang-orang lulusan sekolah tinggi.

“ Tapi, kalian jangan meniru saya. Kalian harus sekolah yang tinggi dan banyak membaca. Nantinya kalian bisa lebih hebat dari saya,” kata dia.

(Laporan: Tri Yuniwati Lestari)

2 dari 3 halaman

Bangkitkan Minat Baca Melalui Big Bad Wolf Jakarta 2019

Dream – Minat baca anak Indonesia sangat rendah. Angkanya pun berada di bawah 1 persen.

Bahkan, angka minat baca anak Indonesia hanya 0,01 persen, berdasarkan data United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Salah satu cara untuk mendongkrak minat baca anak Indonesia adalah menggelar pasar murah untuk buku. Contohnya, Big Bad Wolf 2019.

Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia, Uli T. I Silalahi, mengatakan pameran itu berlangsung pada 1—11 Maret 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Big Bad Wolf digelar di Hall 6-10 ICE BSD dan menawarkan 5,5 juta buku, termasuk buku anak-anak.

“ Diharapkan dapat meningkatkan minat baca kalangan rakyat Indonesia dari berbagai lapisan umur, termasuk yang berada di pelosok Tanah Air,” kata Uli.

Acara ini juga bertabur diskon 60—80 persen dan pameran dibuka 24 jam nonstop.

3 dari 3 halaman

Digelar di Tujuh Kota Besar di Indonesia

Uli mengatakan Bazar Buku Big Bad Wolf diadakan di tujuh kota yang mewakili Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Sisanya? Masih dirahasiakan.

Selain itu, acara ini juga menggelar program donasi buku “ Red Readerhood”. Akan ada pemberian buki gratis untuk masyarakat Indonesia di pelosok Tanah Air, seperti Jawa Timur, Gorontalo, Palu, Medan, dan daerah pinggiran Jakarta.

“ Buku – buku yang didonasikan diharapkan dapat bermanfaat dalam kemajuan pendidikan dan menyalakan semangat baru untuk lebih gemar membaca,” kata dia.

(Laporan: Tri Yuniwati Lestari)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie