Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Di Depan, Para Pimpinan PBNU Terpilih (dari Kiri KH Ma'ruf Amin, KH Said Aqil Siroj, Dan Saefullah Yusuf )(www.muktamarnu.com)
Dream - Para muktamirin kembali mempercayai KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU) periode 2015-2020. Sang petahana, kembali memimpin PB NU setelah pada pemilihan tahap kedua, Haji As'ad Said Ali yang sebelumnya mendapat suara kedua terbanyak pada tahap pertama, memilih mundur.
Kiai Said sendiri pada tahap pertama pemilihan berhasil mendapatkan 207 suara muktamirin. Sedangkan As’ad Ali dipilih 107 muktamirin, disusul KH Salahuddin Wahid 10 suara.
Setelah dipastikan menjadi ketua, Kiai Said mengucapkan terimakasih kepada As’ad Ali. Kiai Said memberikan kehormatan yang tinggi karena As'ad Ali sudah percaya kepadanya untuk memimpin NU di periode keduanya.
“ Saya ucapkan terima kasih kepada Kiai As’ad Ali yang dengan kebesaran jiwanya, kelapangan dadanya, beliau rela menanggalkan kesempatannya untuk mengikuti putaran kedua,” ucap Ketua Umum Tanfidziyah PBNU terpilih kepada muktamarnu.com.
Sementara itu, situasi yang hampir serupa juga terjadi saat pemilihan Rais Aam NU. KH Musthofa Bisri terpilih sebagai Rais Aam (pemimpin tertinggi) PBNU dan KH Ma'ruf Amin sebagai Wakil Rais Aam. Sembilan anggota Ahlul Halli wal Adqi (AHWA) yaitu, KH Ma'ruf Amin, KH Nawawi Abdul Jalil, Tuan Guru Haji Turmudzi Badruddin, KH Khalilurahman, KH Dimyati Rais, KH Akbar Marbun, KH Makhtum Hannan, KH Maimoen Zubair, dan KH Mas Subadar sebetulnya telah menetapkan Gus Mus, panggilan KH Musthofa Bisri, menjadi Rais Aam NU.
Tetapi, Gus Mus enggan menduduki jabatan Rais Aam PBNU. Dia menyampaikan keenganan itu melalui sebuah surat. Atas alasan tersebut, setelah melalui pertimbangan anggota AHWA, KH Ma'ruf Amin diangkat menjadi Rais Aam PBNU.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya