Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Amy Kunrohpanya, Head Of Communication Google Indonesia
Dream - Sejak dirilis pada rahun 2008 hingga saat ini, mesin pencarian Google telah berevolusi menjadi tidak hanya menampilkan informasi pencarian yang dibutuhkan pengguna internet. Pertumbuhan pengguna perangkat pintar pun mendorong Google untuk melengkapi informasi pencarian terkait.
Dalam tiga tahun terakhir perusahaan teknologi raksasa ini sudah menyusun sekitar 570 juta informasi terstuktur mengenai tempat, pengguna internet, dan tempat. Informasi yang diperoleh ini mampu menghubungkan sekitar 50 miliar atribut dan koneksi di seluruh dunia.
Kini dengan pencarian berbasis suara, pengguna internet semakin dimudahkan untuk menelusuri beragam informasi yang relevan dan dibutuhkan setiap harinya. Google Voice Search saat ini telah tersedia untuk 50 bahasa di seluruh dunia, termasuk Bahasa Indonesia.
Untuk mendapatkan hasil pencarian yang relevan, Google telah dibekali algoritma yang mampu menampilkan hasil pencarian dalam waktu seperdelapan detik. Selain itu itu dengan dukungan Google bot menjadikan hasil pencarian lebih humanis, bukan seperti yang dilakukan oleh robot.
Amy Kunrohpanya, Head of Communication Google Indonesia menyebut saat ini sudah lebih dari 1,5 miliar pencarian dalam sehari di seluruh dunia. Penetrasi pengguna perangkat pintar disebut Amy menjadi salah satu yang mendorong percepatan pertumbuhan akses internet.
" Di Indonesia, pengakses internet lebih banyak menggunakan perangkat mobil dibandingkan desktop. Perubahan gaya hidup ini memengaruhi perangat yang digunakan untuk mengakses internet, termasuk salah satunya pengguna di Indonesia," ucap Amy saat ditemui Dream.co.id di Mall FX, Jakarta, Selasa 16 September 2014.
Pengalaman antara satu pengguna internet dan lainnya, menurut Amy menjadikan Google bukan lagi sekadar sebuah mesin pencarian tetapi layaknya seorang asisten pribadi. Untuk itulah Google menyediakan penggunaan bahasa Indonesia agar memudahkan melakukan penelusuran informasi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya