Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Mungkin kita pernag mendengar banyak sekali kisah hikmah yang disampaikan oleh para ustaz. Salah satunya, kisah tentang tiga orang pemuda yang terjebak di dalam gua.
Kisah tersebut merupakan satu dari sekian banyak kisah yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW. Dalam kisah tersebut, mulut gua tertutup batu besar yang tidak bisa diangkat oleh ketiga pemuda tersebut.
Dari Abul Yaman, dia mendengar Syu'aib, dari Az Zuhri, dari Salim bin Abdullah, dari Abdullah bin Umar, dia mendengar Rasulullah SAW berkisah:
Suatu hari, ada tiga orang umat dahulu menempuh perjalanan lalu menepi dekat sebuah gua di kaki sebuah bukit. Ketiganya lalu masuk ke dalam gua itu.
Ketika sudah berada di dalam, tiba-tiba batu dari atas bukit jatuh dan menutup mulut gua. Ukurannya sangat besar. Ketiganya tidak mampu mendorong batu itu.
Mereka berusaha keras untuk terus mendorong agar batu bergeser dan mulut gua terbuka. Usaha mereka sia-sia belaka.
Ketiganya kemudian pasrah dan bersepakat tidak ada cara lain untuk bebas dari dalam gua kecuali dengan memohon ampunan kepada Allah SWT. Mereka pun menyebutkan amalan sholeh masing-masing, berharap bisa menjadi perantara terkabulnya doa.
Pemuda pertama berdoa, " Ya Allah, jika apa yang telah aku lakukan tersebut semata-mata karena mengharap ridha-Mu, maka perkenankanlah untuk menghilangkan kesusahanku dalam mengangkat batu yang menutupi gua ini."
Batu itu sedikit terangkat dan bergeser. Tetapi, ketiga pemuda tersebut belum bisa keluar gua.
Lalu, pemuda ke dua memanjatkan doa, " Ya Allah, saudari sepupu saya adalah orang yang paling saya sayangi. Suatu hari, saya ingin berbuat nista dengannya namun dia menolak ajakan saya. Dia meminta saya untuk memberikan uang 150 dinar agar bisa berkencan dengannya.
Saya berusaha mencari uang sebesar itu dan akhirnya berhasil saya kumpulkan. Saya kembali menemuinya dan memberikan uang tersebut namun ia menolaknya sembari berkata, 'Jangan kau lakukan perbuatan tersebut kecuali dengan jalan halal.' Saya akhirnya sadar dan meninggalkannya bersama uang yang telah saya berikan kepadanya.
Oleh karena itu, Ya Allah, jika apa yang saya lakukan adalah benar hanya menggapai ridha-Mu, maka hilangkanlah kesusahan yang sedang kami hadapi. Kami mohon angkatlah batu tersebut."
Batu itu kembali bergeser. Tetapi, tetap saja ketiga belum bisa keluar gua.
Kemudian, pemuda ketiga turut berdoa, " Ya Allah, saya memiliki sejumlah pekerja. Saya berikan upah hasil kerja mereka kecuali satu orang pekerja. Dia tidak mengambil upahnya dan mengumpulkannya hingga menumpuk.
Suatu ketika, dia datang menemuiku sambil berkata, 'Wahai Abdullah, bayarkanlah upahku.' Saya jawab, 'Semua yang ada di sini dari unta, sapi, kambing, hingga budak adalah milikmu.' Dia menyahut, 'Jangan mengejekku.' Saya jawab, 'Demi Allah! Saya tidak mengejekmu. Itu semua memang milikmu.' Akhirnya, dia mengambil semuanya tanpa meninggalkan apapun.
Oleh karena itu, Ya Allah, jika apa yang aku lakukan adalah hanya mencari ridha-Mu. Jika apa yang saya lakukan adalah benar hanya menggapai ridhamu, maka hilangkanlah kesusahan yang kami hadapi. Kami mohon angkatlah batu tersebut."
Allah pun menjawab doa ketiga dan membukakan mulut gua yang tertutup batu. Alhasil, mereka pun bisa terbebas.
Kisah ini mengajarkan umat Islam untuk selalu mengingat Allah SWT di manapun dan kapanpun berada. Selain itu, amal soleh dibolehkan jadi perantara terkabulnya doa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya