Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Kisah Ali, Seorang Petani Yang Berjuang Mendirikan TPQ Di Pinggiran Banjarbaru (Foto: Act.id)
Dream - Begitu banyak potensi kebaikan di dalam diri setiap manusia. Tak terkecuali niat untuk membantu sesama. Seperti kisah Ali Ridho, seorang petani yang bercita-cita mendirikan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dalam wujud baktinya mensyiarkan Islam.
Cita-citanya ini bukan tanpa alasan. Ali yang tinggal di Kampung Baru, Banjarbaru, merasakan adanya kesulitan dari anak-anak yang ingin belajar mengaji. Pasalnya, TPQ yang ada, lokasinya cukup jauh dari Kampung Baru. Sehingga mereka harus pergi cukup jauh dari rumah.
Dengan tekadnya, Ali pun mendirikan TPQ Baity Al Hikmah pada tahun 2016 yang berlokasi di pinggiran Jalan Lingkar Utara, dengan fasilitas apa adanya. Kehidupan warga Kampung Baru pun berubah dengan aksi kebaikan dari Ali.
Kampung Baru, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, terkenal sebagai kampung sayur di Kabupaten Banjarbaru, banyak perkebunan sayur di kampung ini. Namun di tengah ramainya aktivitas perkebunan itu, Kampung Baru tak mempunyai TPQ. TPQ yang didirikan Ali adalah TPQ satu-satunya yang ada.

Setelah Ali mendirikan TPQ, kehidupan warga Kampung Baru pun berubah. TPQ-nya seakan menjadi jawaban atas kebutuhan tempat pendidikan yang lokasinya dekat dengan rumah murid.
Misinya dalam menyebarkan syiar Islam pun perlahan terwujud dengan kini banyaknya puluhan santri yang menuntut ilmu di sana.
Ali menjadikan rumahnya sebagai pusat pembelajaran. Ia mengandalkan aula semi terbuka untuk mengumpulkan anak-anak belajar membaca Al-Qur’an. Bahkan kini TPQ tersebut tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia.
“ Awalnya cuma kepikiran bagaimana cara anak-anak di kampung ini bisa membaca Al-Qur’an. Tapi seiring berjalannya waktu, tahun 2017 kami secara resmi membuka TPQ. Setahun kemudian TPQ kami tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia,” tutur Ali.
Rupanya Ali mendirikan TPQ tersebut tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga hafiz hingga lansia. Karena ini pula fasilitas belajar pun dihadirkan lebih banyak.
Tujuan dari semua itu adalah agar lebih banyak orang-orang dari berbagai macam kalangan dan usia yang bisa belajar membaca Alquran.

Bahkan untuk biaya operasional, Ali pun menyisihkannya dari sebagian hasil warungnya yang menjual nasi pecel, dibantu pula dari infak para santri.
Dari dana operasional Ali pun bisa menggunakan uangnya untuk pembangunan gedung, yang saat ini tengah berlangsung.
“ Warung ini saya dirikan, selain memenuhi kebutuhan keluarga, juga mendukung operasional TPQ,” ungkap Ali yang juga terdaftar sebagai salah satu pendamping usaha program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia dari Global Wakaf-ACT.
Banyak yang mengapresiasi perjuangan Ali di dunia pendidikan Islam, termasuk Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan, Zainal Arifin. Meskipun Ali hanyalah seorang petani, perjuangannya patut dicontoh.
“ Semangat beliau dalam mengabdi tak perlu diragukan lagi. Kendati memiliki latar belakang sebagai petani, semangat beliau untuk belajar dan mengabdi harus kita contoh,” ungkap Zainal.
Selain mengurusi TPQ, Ali juga menyempatkan waktunya untuk mendampingi para pengusaha skala kecil yang tengah dihantam badai pandemi.
Saat ini, ACT Kalimantan Selatan sebagai organisasi lembaga kemanusiaan di Indonesia, juga tengah berikhtiar mendampingi TPQ yang Ali bangun. Melalui halaman Indonesia Dermawan, donasi pun sedang digalang.
“ Bangunan baru mendesak untuk segera dihadirkan karena yang sekarang ada sudah melebihi kapasitas. Kedermawanan masyarakat amat dinantikan untuk kita membersamai TPQ Baity Al Hikmah memfasilitasi generasi penerus bangsa ini mengenal Al-Qur’an,” tambah Zainal.
Sumber: act.id
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?